KETIKKABAR.com — Ruben Onsu mengaku kondisi mentalnya terdampak setelah rekaman video call pribadinya viral di tengah perseteruannya dengan Sarwendah.
Melalui unggahan di media sosial pada Selasa, 13 Oktober 2026, Ruben menyebut sejumlah teman dan brand yang bekerja sama dengannya turut menjadi sasaran komentar negatif yang diduga berkaitan dengan konflik pribadinya.
Ruben menyampaikan bahwa orang-orang di sekitarnya ikut menerima serangan meski tidak terlibat dalam persoalan yang sedang dihadapinya.
Ia menduga ada pihak yang mengerahkan buzzer untuk menyerang akun media sosial teman-teman dan mitra bisnisnya.
“Pagi ini serang2 sana sini, temen2 saya dan Brand2 yg bekerjasama dgn saya atas tuduhan Keji dan sadis dari oknum yg mengerahkan buzzer2 untuk mengintimidasi account2 teman2 saya, juga Brand yg saya rasa tidak ada kaitan nya dlm permasalahan ini untuk membenci saya,” tulis Ruben Onsu dikutip dari Instagram, Selasa (13/10/2026).
Ruben juga mengungkapkan dampak komentar negatif terhadap kondisi psikologisnya. Ia mengatakan sejumlah perkataan menyakitkan masih membekas dan terkadang membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Meski demikian, ia berusaha menguatkan diri untuk tetap menjalani aktivitas sehari-hari.
“Padahal, semua itu berdampak pada kondisi mental saya. Ada kata-kata menyakitkan yang sulit saya lupakan, hingga terkadang membuat saya merasa terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri. Namun, saya terus berusaha menguatkan diri, melawan pikiran-pikiran yang terus mengingatkan saya pada ucapan tersebut, dan memaksa diri untuk tetap semangat menjalani hari-hari saya,” curhatnya.
Ruben Onsu Sebut Perjuangkan Hak Bertemu Anak
Di tengah perseteruan dengan Sarwendah, Ruben menegaskan bahwa langkahnya membawa persoalan ke pengadilan bukan bertujuan menantang pihak mana pun.
Ia mengklaim ingin memperjuangkan haknya sebagai orang tua kandung agar dapat bertemu dengan anak-anaknya tanpa syarat yang dinilainya tidak semestinya.
“Mengajukan persoalan ini ke pengadilan bukan berarti saya ingin menantang siapa pun. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai orang tua kandung untuk dapat bertemu dengan anak saya tanpa syarat yang tidak semestinya. Lalu, mengapa begitu banyak informasi tentang saya yang dibentuk dan disebarkan dengan berbagai versi?” tegas Ruben.
Ia juga menyayangkan teman-teman dan mitra bisnisnya ikut menerima komentar yang menyudutkan. Menurut Ruben, mereka tidak seharusnya menanggung dampak dari persoalan rumah tangganya.
“Bukan hanya kepada saya, tetapi juga kepada teman-teman dan brand-brand yang bekerja sama dengan saya. Mereka menerima komentar-komentar yang menyudutkan, bahkan cacian yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Padahal, mereka tidak seharusnya ikut menanggung dampak dari persoalan pribadi yang sedang saya hadapi,” lanjutnya.
Ruben mengatakan tidak ingin memperpanjang konflik karena kebencian. Ia berharap persoalan yang sedang dihadapinya dapat diselesaikan dengan baik, terutama dengan mempertimbangkan kepentingan anak-anaknya.
“Saya memilih untuk tetap berjuang, bukan untuk memenangkan kebencian, melainkan untuk memperjuangkan hak saya dan mencari penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak, terutama bagi anak saya,” tutup Ruben Onsu.
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah Berlanjut di Pengadilan
Sebelumnya, Ruben Onsu dilaporkan mengajukan laporan terhadap akun Instagram Sarwendah atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan akses ilegal. Laporan tersebut disebut terdaftar di Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026.
Perseteruan keduanya juga berkaitan dengan perkara hak asuh anak yang diajukan Ruben. Perkara tersebut disebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Di sisi lain, Sarwendah juga menggugat Ruben terkait dugaan wanprestasi. Perkara itu disebut masih berada pada tahap awal persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai laporan dan perkara tersebut masih perlu merujuk pada keterangan resmi pihak terkait.
Adapun tuduhan mengenai pengerahan buzzer dan serangan terhadap teman maupun mitra bisnis Ruben merupakan pernyataan yang disampaikan Ruben melalui media sosial. []











