KETIKKABAR.com — Pemerintah Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI), termasuk jamaah umrah yang masih berada di Arab Saudi dan calon jamaah yang belum berangkat, meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan serangan rudal kelompok Houthi dari Yaman yang dilaporkan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober, dan Minggu, 11 Oktober 2026.
Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keselamatan WNI di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, meminta WNI tetap tenang, menghindari lokasi rawan, serta mengikuti arahan otoritas setempat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan Marsha di Jakarta, seperti dikutip pada Senin (12/10).
Pemerintah juga meminta WNI membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah yang terdampak situasi keamanan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko selama kondisi regional masih menjadi perhatian.
WNI Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Selain meningkatkan kewaspadaan, pemerintah mengingatkan WNI agar berhati-hati menerima informasi mengenai situasi keamanan di Arab Saudi.
Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi, terlebih jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan.
WNI di Arab Saudi diimbau memantau perkembangan melalui saluran resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.
Pemerintah juga meminta seluruh WNI mematuhi peraturan dan arahan otoritas setempat. Informasi resmi dinilai penting sebagai acuan dalam menentukan aktivitas dan langkah yang perlu dilakukan selama berada di Arab Saudi.
Jamaah Umrah Diminta Berkoordinasi dengan Travel
Imbauan kewaspadaan juga ditujukan kepada jamaah umrah yang masih berada di Tanah Suci maupun calon jamaah yang belum berangkat dari Indonesia.
jamaah yang sedang berada di Arab Saudi diminta terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi perjalanan dan kemungkinan perubahan jadwal.
Penyelenggara perjalanan juga diminta memastikan kondisi jamaah serta menyampaikan perkembangan penting secara berkala.
Koordinasi ini diperlukan agar jamaah dapat mengetahui perubahan ketentuan perjalanan dan mengikuti arahan pemerintah.
Ichsan mengingatkan calon jamaah untuk memastikan kepastian keberangkatan melalui sumber resmi sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
“Kami meminta jamaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” ujar Ichsan.
Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas bagi seluruh WNI di Arab Saudi di tengah perkembangan situasi keamanan Timur Tengah.
Karena itu, WNI diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mematuhi aturan setempat, serta mengikuti informasi terbaru dari saluran resmi pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi.
Bagi jamaah umrah, koordinasi dengan penyelenggara perjalanan menjadi langkah penting untuk memastikan informasi keberangkatan, jadwal perjalanan, dan kondisi selama berada di Tanah Suci tetap terpantau. []











