Ekonomi

Inflasi Aceh September 2026 Capai 5,03 Persen, Cabai Merah dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama

KETIKKABAR.com – Provinsi Aceh mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,36 persen (month-to-month/mtm) pada September 2026.

Capaian ini mendorong tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada pada level 5,03 persen, yang secara akumulatif masih berada di atas target sasaran inflasi nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan bahwa pergerakan inflasi bulanan pada periode ini sejatinya masih tergolong moderat.

Kendati demikian, laju inflasi secara tahunan tetap memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak terkait.

“Laju inflasi bulanan (mtm) Aceh tercatat sebesar 0,36 persen, angka ini berada di tingkat medium. Namun, untuk inflasi tahunan (yoy) sebesar 5,03 persen, angkanya masih relatif tinggi” ujar Agus kepada wartawan saat kegiatan Bincang Media BI Aceh di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan data KPwBI Provinsi Aceh, lonjakan harga cabai merah menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan andil mencapai 0,34 persen.

Tekanan harga ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari sentra produksi lokal, khususnya Kabupaten Aceh Tengah yang saat ini masih memasuki masa tanam.

BACA JUGA:  Kelola Keuangan Efektif dan Transparan, Aceh Besar Jadi Satu-satunya Daerah Berpredikat 'Baik' dan Tertinggi di Aceh

Selain itu, fenomena musim kemarau panjang secara nasional turut menekan kapasitas produksi di berbagai daerah pengirim.

“Musim kemarau panjang memicu kenaikan harga cabai merah jadi tinggi, di wilayah Takengon masih dalam fase tanam, sehingga berpengaruh ketersediaan pasokan,” jelas Agus.

Selain cabai merah, komoditas daging ayam ras mencatatkan andil inflasi sebesar 0,17 persen. Peningkatan harga daging ayam dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat dalam menyambut tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Karena ada Maulid, sehingga harga daging dan ayam ras jadi naik” tambah Agus.

Adapun sejumlah komoditas lain seperti cabai hijau, ikan tuna, dan buah semangka turut memberikan andil terhadap inflasi bulanan masing-masing sebesar 0,02 persen.

BACA JUGA:  DPRK Minta Pemko Reaktivasi Biogas TPA Gampong Jawa untuk Warga Banda Aceh

Secara spasial, dari lima daerah pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh, Kabupaten Aceh Tengah mencatatkan angka inflasi bulanan tertinggi, yakni sebesar 0,59 persen (mtm) atau 5,86 persen secara tahunan (yoy).

Berikut rincian tingkat inflasi bulanan (mtm) di lima daerah IHK Provinsi Aceh pada September 2026:

  • Kabupaten Aceh Tengah: 0,59% (mtm) / 5,86% (yoy)
  • Kabupaten Aceh Tamiang: 0,52% (mtm)
  • Kota Lhokseumawe: 0,33% (mtm)
  • Kota Banda Aceh: 0,25% (mtm)
  • Kabupaten Aceh Barat (Meulaboh): -0,04% (mtm) (mengalami deflasi)

Meulaboh menjadi satu-satunya wilayah IHK di Aceh yang mencatatkan penurunan indeks harga atau deflasi tipis sebesar 0,04 persen pada periode September 2026.

Menghadapi inflasi tersebut, Agus berharap tekanan inflasi di Aceh akan berangsur membaik pada bulan-bulan berikutnya, seiring mulai menurunnya harga komoditas beras di pasaran.

“Semoga nanti di bulan-bulan berikutnya bisa lebih baik” tutup Agus. []

TERKAIT LAINNYA