KETIKKABAR.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T., mengimbau Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui dinas terkait untuk mengaktifkan dan memanfaatkan kembali fasilitas pengolahan biogas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Senin (28/9/2026).
Langkah ini didorong dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRK guna memulihkan pasokan gas metana gratis yang sempat dinikmati warga sekitar namun terhenti akibat kendala infrastruktur perpipaan.
Irwansyah menjelaskan bahwa program pemanfaatan gas metana dari tumpukan sampah TPA Gampong Jawa merupakan salah satu terobosan pengelolaan lingkungan hidup yang sangat berhasil pada masa lalu, sebelum akhirnya mengalami gangguan teknis.
“Program ini diinisiasi oleh dinas Lingkungan Hidup, Keindahan Kota dan Kebersihan (DLHK) sekitar tahun 2015. Pada masa kejayaannya, proyek yang bekerjasama dengan Yayayasan Kemaslahatan Ummat ini memberikan dapat ekonomi yang luar biasa bagi warga sekitar TPA, khususnya Gampong Jawa dan Gampong Pande,” kata Irwansyah.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menambahkan, pada masa operasional terbuktinya fasilitas tersebut mampu mengalirkan energi terbarukan secara cuma-cuma ke lebih kurang 210 Kartu Keluarga (KK) untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
Tak hanya itu, gas metana tersebut juga sempat dikonversi menjadi energi listrik berkapasitas 40.000 Watt melalui mesin genset guna membantu penerangan kawasan pemukiman warga dan pekerja pemulung.
“Biogas gratis salah satu bentuk kompensasi dari pemerintah kepada warga yang dekat dengan TPA, karena itu pemerintah perlu mengaktifkan kembali biogas yang ada di Gampong Jawa,” tutur Irwansyah.
Aspirasi senada turut disuarakan oleh Keuchik Gampong Jawa, Musrifun. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah TPA sangat mendambakan keberlanjutan program biogas tersebut dan membutuhkan kejelasan resmi terkait alasan teknis terhentinya pasokan gas ke dapur rumah tangga.
“Kami juga meminta pemerintah dalam hal ini dinas terkait penyebab berhentinya pasokan biogas ke rumah warga, kami juga meminta solusi dari persoalan ini sehingga bisa menjelaskan kepada warga yang selama ini menerima mamfaat dari adanya biogas tersebut,” ucap Musrifun.
Menanggapi desakan legislatif dan warga, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kota Banda Aceh, Siraj, menyampaikan bahwa jajarannya sedang melakukan langkah pembenahan teknis di lapangan, terutama pada jaringan pipa distribusi gas.
Siraj membeberkan bahwa tahap awal reaktivasi akan diuji coba pada sepuluh unit rumah warga terlebih dahulu untuk memastikan keamanan dan kelancaran aliran gas.
“Tapi untuk tahap awal uji coba satu rumah sudah tersedia namun biogasnya belum maksimal dikarenakan selama ini musim kemarau, karena gas methanol baru ada jika dibasahi, artinya untuk saat ini sedang diusahakan biogas TPA Gampong Jawa akan diaktifkan kembali,” tuturnya.
Forum RDP yang berlangsung dinamis tersebut juga turut dihadiri oleh Anggota DPRK Banda Aceh Syarifah Munirah, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Dinas Perkim Banda Aceh, serta jajaran organisasi masyarakat sipil seperti Institute Hijau Indonesia, Walhi Aceh, You-Rings, mahasiswa, dan tokoh masyarakat setempat.[]










