Daerah

SMSI Aceh Besar dan Kapolres Rajut Sinergi, Bersama Jaga Kamtibmas

KETIKKABAR.com – Suasana akrab terlihat di ruang kerja Kapolres Aceh Besar AKBP Chairul Ikhsan, S.I.K., saat menerima audiensi jajaran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar, Selasa (15/9/2026).

Di tengah kesibukan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membicarakan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media dalam membangun daerah.

Audiensi tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Sejumlah hal dibahas, mulai dari komunikasi, keterbukaan informasi, publikasi kegiatan kepolisian hingga pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Aceh Besar.

Ketua SMSI Aceh Besar Zulfikar, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan Kapolres terhadap keberadaan dan kiprah SMSI di Kabupaten Aceh Besar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolres atas dukungan terhadap SMSI Aceh Besar. Kami siap bersinergi, khususnya dalam mendukung publikasi kegiatan Polres Aceh Besar dan bersama-sama menjaga kamtibmas,” ujar Zulfikar.

Menurut Zulfikar, media bukan hanya bertugas menyampaikan informasi. Lebih dari itu, media memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat memberikan edukasi dan manfaat.

Karena itu, komunikasi yang baik antara media dan kepolisian dinilai penting. Informasi mengenai pelayanan masyarakat, kegiatan sosial, program kepolisian maupun berbagai upaya menjaga keamanan perlu disampaikan secara terbuka kepada publik.

BACA JUGA:  16 Ribu Hektare Sawah Rusak Berat Belum Tertangani, Stafsus Gubernur Aceh Terima Aduan Petani Korban Bencana

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik antara media dengan kepolisian perlu terus dibangun,” katanya.

Pesan senada disampaikan Kapolres Aceh Besar AKBP Chairul Ikhsan. Menurutnya, menjaga keamanan bukan pekerjaan yang dapat dilakukan kepolisian seorang diri.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri, terutama dalam menjaga keamanan. Harus ada partisipasi dan kerja sama dengan instansi lain,” kata Chairul Ikhsan.

Di sinilah media, menurutnya, memiliki posisi strategis. Kehadiran media dapat menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat, terutama dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan keberhasilan yang telah dilakukan Polres Aceh Besar.

“Komunikasi harus terus kita tingkatkan, termasuk dengan media. Keberhasilan Polres juga perlu disampaikan dan diekspos kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun, hubungan polisi dan media tidak selalu harus dibangun melalui pemberitaan positif semata. Kapolres justru membuka ruang terhadap kritik dan masukan.

“Kami tidak anti-kritik. Apa pun yang untuk kebaikan, tetap kita perbaiki. Ini bagian dari introspeksi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pertemuan. Bagi kepolisian, kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Pemkot Sabang Dorong Penguatan Reusam Gampong Lewat Program ANANDA Bersinar

Sementara bagi SMSI Aceh Besar, ruang komunikasi semacam itu menjadi modal penting untuk membangun hubungan kemitraan yang sehat. Hubungan tersebut tidak hanya berbicara tentang publikasi, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah awal SMSI Aceh Besar dalam memperkuat konsolidasi organisasi. Ketua SMSI Aceh Besar Zulfikar menyampaikan, pihaknya merencanakan pelantikan pengurus masa bakti 2026–2029 pada pertengahan Oktober 2026.

Dalam audiensi itu, Zulfikar didampingi Sekretaris SMSI Aceh Besar Sadhali, S.Pd., Wakil Bendahara Nazarullah, S.E., Wakil Ketua Bidang Organisasi Syahril Ahmad, serta Seksi Organisasi Silvi Agustina.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan semangat yang sama: media dan kepolisian memiliki ruang masing-masing, tetapi keduanya dapat bertemu dalam satu kepentingan, yakni membangun komunikasi publik yang sehat sekaligus ikut menjaga Aceh Besar tetap aman dan kondusif.

Dari ruang kerja Kapolres, sinergi itu pun mulai dirajut. Bukan sekadar antara polisi dan media, tetapi antara dua unsur yang sama-sama memiliki peran dalam menjaga kepercayaan masyarakat.[]

TERKAIT LAINNYA