DaerahNews

Dampingi Mualem Lepas Jemaah Haji, Ketua DPRA Titip Doa agar Aceh Selalu Aman dan Sejahtera

KETIKKABAR.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli mendampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) I Embarkasi Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (5/5/2026). Pelepasan ditandai dengan pemberangkatan ratusan calon jemaah yang akan memulai perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Acara tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya. Sebelum prosesi pelepasan berlangsung, Zulfadhli dan Muzakir Manaf terlihat berbincang santai sembari menunggu rangkaian acara dimulai.

Usai kegiatan, Zulfadhli menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jemaah haji asal Aceh yang memperoleh kesempatan menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini.

“Sebagai Ketua DPR Aceh, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah haji,” kata Zulfadhli.

Politikus yang akrab disapa Abang Samalanga itu juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Ia berharap para jemaah turut mendoakan Aceh agar senantiasa berada dalam keadaan aman dan sejahtera.

BACA JUGA:
Kodim 0108/Agara Bangun Kembali Jembatan Beton Rusak Akibat Banjir di Aceh Tenggara

“Jangan lupa doakan Gubernur Aceh nanti di sana. Mudah-mudahan Mualem juga bisa menyusul beberapa hari ke depan ikut berangkat haji,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengajak para calon jemaah mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum berangkat ke Tanah Suci. Menurut dia, keikhlasan menjadi modal utama dalam menjalankan ibadah haji.

“Perlu saya katakan di sini, sebelum kita menjajaki Tanah Suci di Mekkah terlebih dahulu mari kita ikhlaskan hati kita. Mari kita buang semua hasrat dengki, dendam, angkuh. Karena kalau tidak kita buang, kita ke sana percuma,” kata Muzakir Manaf.

Ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah yang harus disambut dengan niat yang tulus. Karena itu, para jemaah diminta menjaga sikap dan perilaku selama berada di Arab Saudi.

“Apa yang kejadian di sana jangan peduli siapa orang-orang. Dia kadang hitam, kadang bau, jadi tidak boleh ada perkataan apa pun, jangan ada curiga apa pun,” ujarnya.

Selain menjaga akhlak, Muzakir Manaf mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, dan tidak terpisah dari rombongan selama menjalankan ibadah.

BACA JUGA:
Mualem Takziah ke Rumah Duka Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah

“Tidak perlu di sana S1, S2 dan lainnya, yang penting kuat dalam menjalankan ibadah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh Arijal mengatakan jumlah jemaah haji Aceh tahun 2026 mencapai 5.511 orang yang terbagi dalam 14 kelompok terbang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.426 orang merupakan jemaah asal Aceh, sedangkan 85 orang lainnya terdiri atas petugas haji dan Petugas Haji Daerah (PHD).

Menurut Arijal, Kloter I berjumlah 393 orang yang terdiri atas 287 jemaah asal Kota Banda Aceh, 100 jemaah dari Aceh Besar, serta enam petugas kloter. Mereka dijadwalkan berangkat pada pukul 01.05 WIB, Rabu dini hari.

Ia menjelaskan, Kloter I masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan sehingga akan mendarat di Madinah. Adapun Kloter II hingga Kloter XIV tergabung dalam gelombang kedua dan dijadwalkan tiba di Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. [*]

TERKAIT LAINNYA