Nasional

Zulkifli Hasan Beri Sinyal Kenaikan HET Minyakita, Mendag: Masih Dikaji

KETIKKABAR.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan sinyal mengenai rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) produk minyak goreng pemerintah, Minyakita.

Hal tersebut mengemuka usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Usulan kenaikan ini disampaikan oleh Mendag Budi Santoso dengan pertimbangan bahwa HET Minyakita belum mengalami perubahan sejak ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter pada 14 Agustus 2024 lalu.

“Arahnya itu dulu. Kita diskusikan dulu, habis itu nanti ratas lagi. Kita lihat kan, itu (harga Minyakita) sudah tiga tahun lebih Rp15.700, kan semua harus disesuaikan,” kata Budi, Rabu (22/4/2026).

Proses Perhitungan dan Kajian Mendag menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengkajian mendalam dan penghitungan ulang sebelum kebijakan tersebut diputuskan secara resmi dalam rapat terbatas (ratas).

BACA JUGA:
Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Modal Usaha Mikro 2026

“Nanti kita kaji. Nanti dari hasil rapat tadi kita akan kaji, kita hitung lagi. Kita hitung bareng-bareng,” pungkas Budi.

Senada dengan Mendag, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui bahwa harga Minyakita saat ini memang sudah bertahan cukup lama di level tersebut. Namun, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam menetapkan angka penyesuaian yang baru.

“Tadi Mendag mengusulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu,” ujar Zulhas.

Harga Pasar Melampaui Ketentuan Zulhas menjelaskan bahwa usulan tersebut nantinya akan dibahas dalam rapat khusus setelah ada hasil audit atau perhitungan dari instansi terkait. Ia memastikan bahwa hingga saat ini, belum ada perubahan harga resmi yang berlaku.

BACA JUGA:
Jamaah Haji Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Ini Himbauan KJRI di Jeddah

“Kita minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung mana-mana nanti baru kita rapat secara khusus. Jadi Minyakita tidak ada perubahan harga [saat ini],” jelasnya.

Rencana penyesuaian ini muncul di tengah kondisi lapangan di mana harga Minyakita sudah melampaui HET pemerintah.

Meskipun pasokan crude palm oil (CPO) domestik tergolong melimpah hingga 5,7 juta ton, harga di pasar terpantau melonjak di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter, terutama di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. []

TERKAIT LAINNYA