InternasionalNews

Mantan Intelijen CIA: Trump Klaim China Setuju Hentikan Pasokan Senjata ke Iran

KETIKKABAR.com – Mantan pejabat intelijen Amerika Serikat, John Kiriakou, mengungkapkan adanya potensi kesepakatan informal antara Presiden Donald Trump dan pemerintah China untuk menghentikan pasokan senjata ke Iran pada Minggu (19/4/2026).

Klaim yang disampaikan melalui platform media sosial Presiden AS tersebut dinilai dapat mengubah dinamika konflik di Timur Tengah secara drastis jika terbukti akurat.

Kiriakou, yang merupakan mantan pejabat kontraterorisme CIA, menyebutkan bahwa pemahaman awal antara Washington dan Beijing ini tidak hanya mencakup penghentian ekspor senjata, tetapi juga dukungan China untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi perdagangan energi global secara permanen.

“Presiden mengumumkan bahwa dia telah mencapai semacam kesepakatan jabat tangan dengan pihak Tiongkok dan bahwa pihak Tiongkok tidak akan menyediakan senjata kepada Iran,” ujar Kiriakou sebagaimana dikutip dari laporan Fox News.

Ia menambahkan pernyataan yang menarik perhatian luas: “Jika itu benar, maka semuanya sudah berakhir.”

BACA JUGA:
Trump Ancam Ambil Paksa Uranium Iran dan Buka Peluang Serangan Udara Baru

Dalam unggahannya di media sosial, Donald Trump menegaskan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan stabilitas dunia.

“Saya melakukan ini untuk mereka juga, dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tulis Trump.

Ia mengeklaim Beijing telah sepakat untuk tidak lagi mengirimkan persenjataan ke Teheran, yang selama ini menjadi sekutu strategis China di kawasan tersebut.

Kiriakou menilai bahwa jika jalur pasokan senjata benar-benar terputus, kemampuan operasional Iran dan kelompok proksinya berpotensi melemah signifikan.

Hal ini diyakini akan mencegah konflik berkembang menjadi perang berkepanjangan seperti yang pernah terjadi di Irak atau Afghanistan.

“Aku tidak bisa membayangkan ini akan berubah menjadi salah satu perang yang berkepanjangan. Itu tidak masuk akal,” tegas Kiriakou.

BACA JUGA:
Iran Batalkan Rencana Perundingan Lanjutan dengan AS di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Meskipun demikian, Kiriakou tetap memberikan peringatan terkait kemampuan militer mandiri Iran yang kian berkembang.

Ia menyoroti modifikasi sistem rudal Teheran yang diperkirakan mampu memperpanjang jangkauan hingga 60 persen, sehingga berpotensi menjangkau kota-kota besar di Eropa seperti Paris dan London.

Selain itu, ancaman penggunaan “bom kotor” atau senjata radiologis tetap menjadi kekhawatiran utama bagi AS dan sekutunya.

Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat diharapkan menjadi ajang pembuktian atas dasar nyata dari klaim “kesepakatan jabat tangan” tersebut.

Hingga saat ini, para analis masih mengamati apakah Beijing akan benar-benar mengambil posisi pragmatis demi stabilitas ekonomi global atau mempertahankan hubungan jangka panjangnya dengan Iran. []

TERKAIT LAINNYA