KETIKKABAR.com – Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kota Banda Aceh memperkuat solidaritas internal serta mematangkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga relawan melalui pertemuan silaturahmi dan halal bihalal di kawasan Lambhuk, Banda Aceh, pada Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi pasca-Idulfitri sekaligus membahas langkah nyata dalam memperkuat kepedulian terhadap keluarga relawan yang telah berpulang.
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga relawan dengan pencari nafkah yang telah meninggal dunia.
Program ini akan diawali dengan pendampingan terhadap satu keluarga almarhum relawan di Kota Banda Aceh yang sebelumnya telah dikunjungi oleh pengurus TSR.
Koordinator TSR PMI Banda Aceh, Ibnu Mundzir, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya terbatas pada bantuan dana usaha dari donasi sesama relawan, tetapi juga mencakup pendampingan berkelanjutan agar usaha yang dijalankan dapat memberikan dampak jangka panjang.
“Yang terpenting bukan hanya dukungan dana, tetapi bagaimana keluarga bisa mandiri. Karena itu, kami siapkan tim kecil yang akan mendampingi secara langsung,” ujar Mundzir didampingi Sekretaris TSR Munawardi Ismail dan Bendahara Husnawati.
Selain pembahasan program sosial, pertemuan ini juga menyepakati pembentukan panitia musyawarah TSR sebagai bagian dari upaya penyegaran struktur organisasi.
Panitia yang terpilih dijadwalkan segera berkoordinasi dengan Pengurus PMI Kota Banda Aceh guna menetapkan jadwal musyawarah dalam waktu dekat.
Mundzir berharap program pemberdayaan ini dapat menjadi model berkelanjutan dalam menjaga hubungan kekeluargaan antarrelawan di lingkungan PMI Kota Banda Aceh.
Ia menekankan bahwa dukungan finansial yang dikumpulkan secara mandiri dari sesama relawan merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai satu keluarga di bidang kemanusiaan.
“Semoga langkah ini bisa terus berlanjut dan menjangkau keluarga relawan lain dengan pencari nafkah yang meninggal dunia. Dana dikumpulkan dari sesama relawan. Sesama relawan itu satu keluarga dalam kemanusiaan. Ketika ada relawan yang meninggal, relawan lain perlu ikut memperhatikan keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya. []

















