DaerahNews

Penyampaian LKPJ 2025: Pemerintah Aceh Fokus pada Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Ekonomi

KETIKKABAR.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di Gedung Utama DPRA, Senin, 6 April 2026.

Dalam sidang tersebut, Muzakir menyoroti tantangan berat pemulihan ekonomi pascabencana besar yang melanda Aceh pada pengujung 2025.

Muzakir menyampaikan duka mendalam atas bencana hidrometeorologi yang menerjang 18 kabupaten/kota pada 26 November 2025.

Bencana tersebut mengakibatkan 594 orang meninggal dunia dengan estimasi kerugian infrastruktur mencapai lebih dari Rp 138 triliun. Kerusakan masif ini turut menurunkan tingkat kemantapan jalan provinsi dari 80,54 persen menjadi 65,56 persen.

Capaian Makro dan Investasi

Meski terpukul bencana di akhir tahun, Pemerintah Aceh mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 10,69 triliun atau 100,07 persen dari target.

BACA JUGA:
Gubernur Aceh Sambut Kunjungan Kerja Gubernur Jawa Tengah, Perkuat Sinergi Antar Daerah

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga merangkak naik ke angka 76,23 dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 75,36.

Di sektor investasi, Aceh berhasil membukukan realisasi lebih dari Rp 9 triliun. Namun, Gubernur memberikan catatan khusus mengenai angka kemiskinan.

Meski sempat turun dari 14,23 persen (Maret 2024) menjadi 12,23 persen (Maret 2025), angka ini diproyeksikan akan kembali bergejolak akibat dampak banjir bandang dan longsor.

Prioritas Sosial dan Pendidikan

Sepanjang 2025, Pemerintah Aceh tercatat telah membangun 1.457 unit rumah layak huni bagi warga miskin.

Selain itu, sektor pendidikan mendapat alokasi beasiswa senilai Rp 118 miliar yang disalurkan kepada 87.184 siswa yatim/piatu.

Dalam urusan kesehatan, pemerintah memastikan premi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap terjamin bagi 1,74 juta jiwa penduduk.

BACA JUGA:
DPRA Bentuk Satgas Khusus: Kawal Ketat Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Serambi Mekkah

Kerja keras ini juga membawa Aceh meraih sejumlah apresiasi nasional, termasuk Gold Award UB Halal Metric 2025 dan predikat provinsi Open Defecation Free (ODF) pertama di Sumatera.

Sinergi Rehabilitasi Pascabencana

Menutup pidatonya, Muzakir Manaf mengajak legislatif dan seluruh elemen masyarakat untuk berfokus pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak bencana.

“Mari kita bersinergi melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas demi mewujudkan Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” pungkas Muzakir.[]

TERKAIT LAINNYA