NewsPolitik

Isu Pengambilalihan NasDem Mencuat, Bisnis Surya Paloh Disebut Jadi Pemicu

KETIKKABAR.com – Isu perebutan kendali di internal Partai NasDem kembali mencuat ke publik. Sejumlah politikus dikabarkan tengah melakukan manuver untuk mengambil alih posisi pimpinan dari Ketua Umum Surya Paloh.

Kabar ini santer dikaitkan dengan kondisi kerajaan bisnis Media Group yang disebut-sebut mengalami kemunduran pasca-keputusan politik partai pada Pemilu 2024.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa pergerakan ini melibatkan faksi di dalam maupun pihak di luar partai yang memanfaatkan momentum melemahnya posisi tawar Surya Paloh.

Muncul spekulasi bahwa upaya akuisisi kepemimpinan ini juga berkaitan dengan pendekatan tokoh-tokoh tertentu terhadap lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tekanan Bisnis Pasca-Dukungan Anies Baswedan

Kondisi bisnis Surya Paloh mulai menjadi sorotan sejak NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Oktober 2022.

Hubungan yang merenggang dengan Presiden Joko Widodo saat itu diduga berdampak pada berbagai lini bisnis Paloh, mulai dari sektor katering melalui PT PanganSari Utama, hingga sektor properti, perhotelan, dan pertambangan.

Memasuki tahun 2026, di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran, posisi NasDem yang berada di luar koalisi pemerintah semakin memperberat tekanan tersebut.

BACA JUGA:
DPW PGR Aceh Serahkan Dokumen SKT ke DPP, Optimis Perkuat Konsolidasi Partai

Meski sempat terjadi pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo, soliditas internal partai terus diuji dengan hengkangnya sejumlah kader ke partai lain, termasuk PSI.

Ancaman Akuisisi di Tengah Status Oposisi

Pengamat politik menilai NasDem kini menjadi target potensial bagi elite politik yang ingin memperkuat basis dukungan pemerintah atau melemahkan kekuatan oposisi.

Isu mengenai “restorasi Indonesia” yang menjadi jargon partai bahkan mulai diperdebatkan dalam diskusi-diskusi informal antar-tokoh politik sebagai celah untuk melakukan perubahan struktur kepengurusan.

Meski demikian, internal NasDem melalui Wakil Ketua Umum Saan Mustopa sebelumnya membantah adanya konflik besar di tubuh partai.

Surya Paloh sendiri dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan para kader untuk tetap solid dan memegang teguh komitmen terhadap agenda jangka panjang menuju Pemilu 2029.

BACA JUGA:
Jokowi Agendakan Kunjungan ke Berbagai Daerah untuk Temui Masyarakat dan Kader PSI

Komitmen Regenerasi dan Gerakan Perubahan

Di tengah isu pengambilalihan, Surya Paloh tetap menekankan pentingnya menjaga marwah partai. Ia meminta kader untuk tidak terjebak dalam pragmatisme kekuasaan dan terus fokus pada regenerasi kepemimpinan.

“Surya Paloh mengingatkan agar partai tidak mudah terpecah dan meminta kader untuk tidak ‘mabuk kekuasaan’ serta membiarkan generasi muda mengambil peran lebih besar dalam perubahan.”

Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem belum memberikan konfirmasi resmi mengenai isu pengambilalihan paksa tersebut. Partai saat ini dikabarkan masih fokus melakukan konsolidasi internal.

Apakah Surya Paloh mampu mempertahankan kendalinya atau gelombang politik baru akan mengubah wajah NasDem, tetap menjadi tanda tanya besar dalam dinamika politik tahun 2026.[]

TERKAIT LAINNYA