Hukum

KSOP Malahayati Amankan Calo Tiket di Pelabuhan Ulee Lheue saat Arus Balik Lebaran

KETIKKABAR.com – Suasana Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, tampak padat pada Jumat, 27 Maret 2026, seiring puncak arus balik Lebaran. Ribuan pemudik kembali ke kota tujuan melalui jalur laut.

Di tengah kepadatan tersebut, petugas Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati meningkatkan pengawasan guna memastikan kelancaran pelayanan serta melindungi hak penumpang.

Pengawasan dan penertiban telah dilakukan sejak pukul 08.00 WIB. Tim Posko Angkutan Lebaran yang dipimpin Ketua Regu IV, Ronny Chandra, menyebar di sejumlah titik strategis, mulai dari area parkir, pintu masuk, hingga lokasi penjualan tiket resmi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Kepala KSOP Malahayati, Capt. Amfami, yang menekankan kewaspadaan terhadap praktik ilegal yang kerap muncul saat arus mudik dan balik, termasuk percaloan tiket.

Dalam operasi tersebut, petugas menertibkan sejumlah calo tiket di sekitar pelabuhan. Satu orang pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti berupa sejumlah tiket yang diduga akan diperjualbelikan kepada calon penumpang.

Pelaku kemudian dibawa ke kantor KSOP Malahayati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui memanfaatkan kepadatan arus balik untuk menawarkan tiket dengan harga di luar ketentuan, bahkan berpotensi melakukan penipuan terhadap calon penumpang.

Selain itu, petugas juga menangani laporan penipuan yang dialami tiga pemuda asal Sibreh, Aceh Besar. Sekitar pukul 16.30 WIB, ketiganya melapor setelah merasa tertipu oleh seseorang yang menawarkan jasa pembelian tiket. Mereka berniat menyeberang bersama tiga unit sepeda motor dan sepakat membayar Rp600.000 melalui dompet digital DANA.

BACA JUGA:
Wamen Imipas Silmy Karim Resmi Ditahan KPK Bersama 7 Anak Buahnya

Namun, setelah tiba di pelabuhan, tiket yang dijanjikan tidak kunjung diterima. Upaya menghubungi pelaku juga tidak membuahkan hasil. Merasa dirugikan, ketiganya kemudian meminta bantuan petugas posko.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan pendampingan dan menghubungi pelaku. Melalui komunikasi langsung, petugas memberikan peringatan tegas terkait konsekuensi hukum praktik penipuan dan percaloan. Pelaku akhirnya bersedia mengembalikan seluruh uang korban. Tidak lama kemudian, dana sebesar Rp600.000 dikonfirmasi telah kembali ke dompet digital para korban.

Kepala KSOP Malahayati, Capt. Amfami, S.H., M.M., M.Mar, menegaskan bahwa praktik calo tiket tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengganggu kelancaran layanan transportasi laut, terutama pada masa libur besar seperti Lebaran. Ia menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir praktik tersebut.

“Praktik calo tiket, apalagi yang sampai melakukan penipuan, sangat merugikan masyarakat dan merusak citra layanan transportasi angkutan laut. Pada masa arus balik seperti ini, masyarakat sudah lelah menempuh perjalanan jauh dan berhak mendapatkan layanan yang aman serta sesuai harga resmi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3).

BACA JUGA:
Tipu Calon Pengantin, Pasutri Pemilik WO Marwah Ditangkap Polisi

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui saluran resmi dan tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan jasa di luar mekanisme yang berlaku. Menurutnya, kasus yang dialami tiga pemuda tersebut menjadi pelajaran penting agar calon penumpang lebih waspada.

Hingga pukul 20.30 WIB, kondisi di Pelabuhan Ulee Lheue kembali tertib. Tindakan cepat petugas tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga memastikan hak korban terpenuhi. KSOP Malahayati menegaskan pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh proses arus balik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar. []

TERKAIT LAINNYA