Hukum

Viral Polisi Amankan Teman Sendiri di Pademangan, Berujung Minta Maaf

KETIKKABAR.com – Video seorang polisi yang diduga menahan pria yang disebut sebagai teman masa kecilnya viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di wilayah Pademangan, Jakarta Utara.

Video tersebut diunggah akun Instagram @jakarta.keras pada Senin (23/3/2026). Dalam rekaman itu terlihat seorang polisi menggiring seorang pemuda berkaus hitam dan bertopi abu-abu di jalan perkampungan.

Aksi polisi itu diprotes oleh perekam video yang mempertanyakan alasan penindakan tersebut.

“Eh ini masalahnya apa nih?” tanya perekam video sambil mengikuti polisi yang menggiring pemuda itu.
“Bakar-bakar petasan,” jawab polisi itu.
“Emang bakar-bakar petasan salah ya? Masalahnya apaan kalau bakar-bakar petasan salah, Ki?” tanya perekam video lagi.

Polisi yang dipanggil “Ki” tersebut tetap diam dan terus menggiring pemuda itu. Perekam video juga sempat menyinggung hubungan pertemanan mereka.

BACA JUGA:
Ammar Zoni Resmi Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan, Tangan-Kaki Diborgol

“Eh, Ki, elu ngelihat lah, lu lahir di mana? Lu enggak boleh begitu. Elu orang sini, masa begitu, Ces?” ucapnya.

Dalam video lain yang diunggah akun yang sama, polisi tersebut terlihat sudah tidak mengenakan seragam dan menyampaikan permintaan maaf di hadapan sejumlah pemuda.

“Di sini gua mau minta maaf buat temen-temen semua soal penanganan pembubaran yang bangunin sahur pakai petasan mungkin kurang baik yang gua lakuin. Jadi mungkin gua minta maaf. Semoga ke depannya bisa jadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Penjelasan Kepolisian

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Aris Wibowo membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa video itu diambil pada pertengahan bulan Ramadan.

BACA JUGA:
Kejari Aceh Timur hadirkan Empat Saksi Perkara Penyelundupan Satwa

Polisi dalam video diketahui bernama Rifki, anggota Unit Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang juga merupakan anak dari ketua RT setempat.

Menurut Aris, Rifki saat itu merespons keluhan warga yang terganggu suara petasan menjelang sahur. Ia menerima laporan dari ayahnya yang menjabat sebagai ketua RT, lalu menindaklanjutinya.

“Dia mampir ke pos pantau tawuran. Dia merespons karena ada kegiatan masyarakat yang meresahkan, tapi kebetulan itu teman-temannya,” ujar Aris.

Aris menegaskan permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Rifki dan para pemuda yang terlibat telah saling meminta maaf, meski video yang beredar hanya menampilkan momen saat Rifki menyampaikan permintaan maaf. []

TERKAIT LAINNYA