Internasional

Erdogan Ultimatum Israel di Hari Raya: “Pembantaian Ini Tak Akan Lolos!”

KETIKKABAR.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pada hari Idul Fitri bahwa “Israel Zionis” akan “membayar harga” atas pembunuhan ratusan dan ribuan orang di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Pusat Güneysu, di kampung halamannya di Rize, Turki.

“Kita telah meninggalkan bulan Ramadan yang diberkahi, yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah pengampunan, dan akhirnya adalah keselamatan dari siksa abadi, dan hari ini kita dihormati dengan Idul Fitri,” kata Erdogan.

“Semoga Allah menjadikan Idul Fitri sebagai sarana keselamatan dan kebangkitan bagi seluruh dunia Islam. Semoga juga menjadi sarana persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan di negara kita,” tambahnya.

Erdogan kemudian menyinggung situasi di Timur Tengah yang memanas akibat konflik yang terus berlangsung.

BACA JUGA:
Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran, Sebut Dokumen "Sampah"

“Karena Timur Tengah sedang mendidih sekarang, dan Israel Zionis ini telah, seperti yang diketahui, membantai ratusan dan ribuan orang. Saya tidak ragu bahwa itu akan membayar harga atas hal ini, insya Allah,” kata presiden Turki tersebut.

“Semoga Allah menjadi penolong kita. Semoga Idul Fitri menjadi sarana kebaikan bagi negara dan bangsa kita,” lanjutnya.

Di sisi lain, pihak berwenang Israel dilaporkan melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa yang berada di Yerusalem Timur yang diduduki. Larangan tersebut diberlakukan dengan alasan pembatasan keamanan di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Warga Palestina kemudian menyerukan kepada para jemaah untuk tetap berkumpul di sekitar kawasan Kota Tua agar dapat melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa.

BACA JUGA:
Ribuan Tentara Israel Gangguan Jiwa akibat Perang Gaza, Terburuk dalam Sejarah

Sebelumnya, aparat kepolisian Israel dilaporkan menggunakan tongkat, granat suara, dan gas air mata terhadap warga Palestina yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua sebagai bentuk protes terhadap pembatasan akses ke Al-Aqsa selama Ramadan.

Suasana di Yerusalem Timur yang biasanya ramai menjelang Idul Fitri kini berubah muram. Kawasan Kota Tua tampak sepi dan sunyi, menyerupai kota hantu akibat pembatasan aktivitas warga.

Israel juga membatasi akses dengan alasan larangan berkumpul. Para pemilik toko Palestina dilaporkan tidak diizinkan membuka usahanya, kecuali apotek dan toko kebutuhan pokok.

Sejumlah pedagang Palestina menyebut pembatasan tersebut berdampak besar terhadap kondisi ekonomi mereka, terutama di tengah momentum hari raya. []

TERKAIT LAINNYA