Internasional

Harga BBM Malaysia Melonjak Tajam, Dampak Konflik Timur Tengah

KETIKKABAR.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia kembali melonjak tajam untuk pekan kedua berturut-turut. Kenaikan ini disebut sebagai dampak langsung konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kementerian Keuangan Malaysia (MoF) mengumumkan kenaikan signifikan pada jenis BBM nonsubsidi, di mana harga solar mencapai rekor tertinggi baru.

Rincian Kenaikan Harga

Berdasarkan pengumuman terbaru, harga eceran mingguan untuk produk BBM adalah sebagai berikut:

Solar (Diesel): Naik menjadi RM 4,72 per liter (sekitar Rp20.372). Sebelumnya, pada pekan lalu, harga solar berada di angka RM 3,92 per liter. Ini berarti terjadi kenaikan sebesar 80 sen dalam satu pekan.

RON 97: Naik menjadi RM 4,55 per liter (sekitar Rp19.634). Harga ini melonjak dari sebelumnya RM 3,85 per liter pada pekan lalu (naik 70 sen).

BACA JUGA:
BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Dalam dua pekan terakhir, harga solar di Semenanjung Malaysia telah naik total RM 1,60 per liter, mencerminkan tekanan besar akibat krisis energi dan volatilitas pasar global.

Subsidi Tetap Dipertahankan

Meski harga nonsubsidi meningkat, pemerintah Malaysia memastikan skema subsidi tetap berjalan:

  • RON 95 (Subsidi/BUDI95): Tetap di RM 1,99 per liter
  • RON 95 (Nonsubsidi): Dijaga di RM 3,27 per liter
  • Solar wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan: Tetap di RM 2,15 per liter
  • Sektor transportasi: Tetap mendapat harga subsidi RM 2,15 per liter
    Dampak Konflik Global

Lonjakan harga dipicu eskalasi militer di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz.

Ratusan kapal dilaporkan tertahan di jalur tersebut, memicu kekhawatiran akan blokade total yang berpotensi mendorong harga minyak dunia semakin tinggi.

BACA JUGA:
Personel Kodim 0108/Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Desa Jati Sara

Pemerintah Malaysia menyatakan penyesuaian harga dilakukan secara bertahap untuk menyeimbangkan harga pasar, sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.

Selain itu, pemerintah juga akan memperketat pengawasan guna mencegah penyelundupan bahan bakar lintas negara akibat selisih harga yang semakin lebar. []

TERKAIT LAINNYA