KETIKKABAR.com – Sebuah karya seni raksasa bertajuk “Tembok Air Mata” diresmikan di kawasan Brooklyn, New York, untuk mendokumentasikan lebih dari 18.457 anak Palestina yang gugur di Jalur Gaza.
Nama-nama korban dicatat dari periode 7 Oktober 2023 hingga 19 Juli 2025. Karya ini bertujuan mengubah angka statistik menjadi memori kemanusiaan yang dapat dilihat dan dirasakan publik.
Instalasi tersebut berupa tembok sepanjang 15 meter dan setinggi 3 meter. Karya ini dipamerkan di dekat Jalan Grattan, Brooklyn. Data yang digunakan bersumber dari Kementerian Kesehatan Gaza.
Nama-nama anak disusun secara kronologis pada permukaan tembok. Selain nama, sebagian korban juga ditampilkan bersama kisah singkat dan foto pilihan. Penyajian ini dimaksudkan untuk memperlihatkan dampak nyata dari konflik yang terjadi.
“Tembok Air Mata” merupakan karya seniman Amerika Phil Buehler. Proyek ini dibuat bekerja sama dengan organisasi Radio Free Brooklyn. Keduanya menggarap karya tersebut sebagai bentuk dokumentasi dan pernyataan kemanusiaan.
Phil Buehler menjelaskan kesan visual karya tersebut berubah saat dilihat dari jarak berbeda. Dari kejauhan, tembok itu tampak seperti lukisan abstrak. Namun ketika didekati, detail nama dan kisah korban memperlihatkan besarnya tragedi kemanusiaan.
Ia juga menyebut karya ini mendorong publik untuk berinteraksi secara langsung. Pengunjung diajak mendokumentasikan dan menyebarkan informasi tentang tembok tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran global terhadap situasi di Gaza.
Peresmian “Tembok Air Mata” bertepatan dengan peringatan dua tahun gugurnya Hind Rajab. Momentum tersebut dipilih untuk menegaskan pesan duka dan perlawanan terhadap kekerasan. Karya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang sarat makna simbolik.
Instalasi ini juga menjadi bagian dari gerakan seni yang lebih luas di New York. Sejumlah seniman dan komunitas menggunakan medium seni untuk mendokumentasikan perang genosida di Gaza.
Melalui karya publik, mereka berupaya menyuarakan isu kemanusiaan kepada masyarakat internasional. []
Khamenei Ultimatum AS: Jika Iran Diserang, Perang Regional Meledak











