KETIKKABAR.com – Sebanyak 1.000 drone dilaporkan telah diterima oleh berbagai cabang angkatan darat Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan hal tersebut pada Kamis.
Penguatan persenjataan ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan jika Teheran menolak kesepakatan nuklir. Iran menegaskan langkah ini sebagai bagian dari peningkatan kesiapan militernya.
“Angkatan darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Amir Hatami. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan laporan penambahan armada drone baru.
Tasnim menyebutkan penambahan drone ini diharapkan meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang angkatan darat Iran. Penguatan tersebut mencakup dukungan untuk berbagai skenario pertempuran.
Drone-drone itu dikembangkan oleh spesialis angkatan darat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Iran. Pengembangannya didasarkan pada ancaman yang muncul serta pelajaran dari perang 12 hari pada Juni 2025.
“UAV (pesawat tanpa awak) telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan untuk menargetkan sasaran tetap dan bergerak tertentu di wilayah darat, laut, dan udara.” Spesifikasi ini menunjukkan perluasan fungsi tempur drone Iran.
Di sisi lain, sejak Iran menindak protes dengan pemadaman internet, Presiden AS Donald Trump mengirimkan sinyal beragam terkait kemungkinan intervensi. Sikap Washington dinilai masih fluktuatif.
Washington sebelumnya bergabung dalam perang 12 hari Israel pada Juni lalu. Operasi tersebut bertujuan melemahkan program nuklir dan rudal balistik Iran. []
Pesawat Satena Jatuh di Kolombia, 15 Tewas Termasuk Anggota Parlemen










