Hiburan

Kedai Kopi Pangku PIK 2 Viral, Tawarkan Menu Layanan “Enak_Enak” hingga Rp 750 Ribu

KETIKKABAR.com – Viralnya video kedai “Kopi Pangku PIK” di media sosial pada Januari 2026 mengungkap sisi gelap di balik bisnis kopi tersebut yang secara terang-terangan menjual layanan interaksi fisik.

Bukan sekadar menawarkan minuman, kedai ini mencantumkan daftar harga khusus untuk jasa pramusaji yang dipaketkan dalam menu mereka.

Perhatian warganet kini tertuju pada keberanian pengelola yang menyelipkan layanan non-kuliner tersebut di kawasan elit Pantai Indah Kapuk.

Lembaran menu yang terekam dalam unggahan pengulas tempat nongkrong tersebut menunjukkan pembagian kategori yang sangat kontras antara makanan standar dan kolom khusus.

Selain menyajikan menu lazim seperti Indomie dan camilan, terdapat kolom bertajuk “Paket Enak Enak” yang diletakkan pada sisi kanan kertas laminating tersebut.

BACA JUGA:
Nama Drummer Yoyo Padi Terseret Isu Perselingkuhan dengan Feby Belinda di Media Sosial

Hal ini membuat pengunjung yang datang bisa langsung melihat opsi layanan tambahan di samping daftar harga makanan normal.

Kejutan sesungguhnya terlihat pada rincian harga layanan yang dimulai dari Rp 150.000 untuk Paket Reguler dengan keterangan “Pangku + Ngobrol”.

Untuk layanan yang lebih berani, tersedia Paket Premium seharga Rp 300.000 yang mencakup kontak fisik, serta Paket Special seharga Rp 750.000 dengan keterangan “Pangku + Intim”.

Terdapat pula opsi “Tambah Waktu” seharga Rp 30.000 per 30 menit yang menegaskan bahwa layanan interaksi ini memiliki durasi layaknya penyewaan fasilitas hiburan.

Dalam video tersebut, seorang wanita yang dipanggil “Mami” terlihat santai menawarkan menu vulgar itu kepada tamu tanpa upaya untuk menyembunyikannya.

Salah satu pria dalam video bahkan memberikan kesaksian dengan berkomentar, “Jujur nempel,” setelah menyaksikan interaksi pramusaji dengan pelanggan di meja lain.

BACA JUGA:
Dugaan Fitnah 'Oplas Gagal', Rossa Laporkan Puluhan Akun Media Sosial ke Bareskrim

Reaksi pengunjung yang tertawa bingung sekaligus terkejut menjadi sorotan karena praktik warung remang-remang ini justru muncul di kawasan premium.

Fenomena ini memicu diskusi hangat mengenai pergeseran budaya tempat hiburan di Jakarta yang kini membawa konsep pinggiran ke wilayah elit secara terang-terangan.

Meski istilah “Kopi Pangku” sedang populer dalam budaya pop awal tahun 2026, praktik ini tetap mengundang kecurigaan terkait adanya potensi prostitusi terselubung.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pemilik usaha maupun tindakan tegas dari pihak berwenang mengenai isi layanan “Intim” tersebut. []

Peringatan Dini BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia Sepekan ke Depan

TERKAIT LAINNYA