KETIKKABAR.com – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kepolisian di tengah situasi bencana.
Ia menekankan bahwa kehadiran Polri merupakan representasi kehadiran negara yang tidak boleh hilang, meski infrastruktur kepolisian mengalami kerusakan.
Hal tersebut ditegaskan Marzuki saat membuka Gelar Operasional (GO) Semester II Polda Aceh Tahun 2025 di Gedung Presisi Polda Aceh, Selasa, 23 Desember 2025.
Siapkan Mako Sementara di Wilayah Terdampak
Jenderal bintang dua asal Tangse ini menginstruksikan jajaran Polres dan Polsek untuk tetap beroperasi dengan cara apa pun jika fasilitas fisik mereka terdampak bencana.
“Pelayanan kepolisian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat terjadi bencana. Apabila gedung Polres atau Polsek mengalami kerusakan, pelayanan kepolisian harus tetap berjalan, termasuk dengan membuka mako sementara,” tegas Marzuki.
Abituren Akabri 1991 ini menjelaskan bahwa Aceh saat ini tengah menghadapi lonjakan ancaman bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor.
Kondisi ini, menurutnya, menuntut Polri untuk hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga mampu memberikan solusi cepat dan menunjukkan empati terhadap penderitaan warga.
Pemetaan Wilayah Rawan dan Potensi Gangguan Sosial
Berdasarkan hasil pemetaan intelijen, sejumlah wilayah di Aceh masuk dalam kategori kerawanan tinggi, meliputi Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.
“Dalam situasi seperti ini, kehadiran Polri sangat dibutuhkan sebagai institusi yang mampu membaca dan memetakan secara cermat wilayah rawan bencana serta potensi kerawanan sosial, hadir secara cepat dan nyata di lokasi terdampak untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Irjen Marzuki.
Ia juga mewanti-wanti jajarannya untuk waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh.
Marzuki mengingatkan bahwa bencana alam kerap dimanfaatkan untuk provokasi, termasuk isu separatisme simbolik dan penyebaran hoaks yang bertujuan menurunkan kepercayaan terhadap negara.
Instruksi Solidaritas Antar-Polres
Sebagai bentuk penguatan organisasi, Kapolda menekankan pentingnya solidaritas internal. Ia mewajibkan jajaran yang wilayahnya tidak terdampak untuk mengirimkan bantuan kepada Polres yang tengah berjuang di zona bencana.
Jajaran yang tidak terdampak bencana secara langsung wajib membantu Polres yang terdampak, baik melalui pengerahan personel, logistik, maupun dukungan operasional lainnya. Bantuan tersebut tidak harus besar, namun harus nyata dan berkelanjutan sebagai wujud empati dan solidaritas institusi.
Melalui Gelar Operasional bertema “Peran Polda Aceh yang Presisi dalam Rangka Percepatan Tanggap Bencana Aceh”, Marzuki berharap seluruh jajarannya dapat bergerak dalam satu irama untuk menjaga stabilitas keamanan dalam negeri di Bumi Serambi Mekkah. []










