KETIKKABAR.com – Tim relawan Badak-19 memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat yang dihimpun selama sekitar dua pekan terakhir.
Keberangkatan tim dilakukan pada Jumat malam, 19 Desember 2025, dari Posko Badak-19 yang berlokasi di Gampong Meunasah Papen, Aceh Besar.
Bantuan logistik diangkut menggunakan kendaraan menuju wilayah terdampak bencana.
Namun, berdasarkan laporan terbaru dari tim di lapangan, perjalanan relawan mengalami kendala.
Mirza Inanda Putra R, yang dipercaya sebagai pimpinan koordinator tim Badak-19, melaporkan bahwa kendaraan bantuan masih tertahan di kawasan Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, sejak sekitar pukul 06.00 WIB.
Kendala tersebut terjadi akibat antrean panjang kendaraan yang harus melintasi jembatan darurat Bailey sepanjang 35 meter.
Jembatan itu disiapkan sebagai jalur alternatif Banda Aceh–Medan setelah jembatan utama di Kuta Blang, Bireuen, roboh diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Melalui keterangan resmi, Humas Badak-19 Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan dan para donatur. Semoga bantuan, tenaga, dan doa yang diberikan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini bukti bahwa kepedulian dan kemanusiaan masih ada,” ujar Ikhsan.
Ikhsan juga memohon doa agar perjalanan tim menuju Aceh Tamiang dapat berjalan lancar dan seluruh relawan tiba dengan selamat di lokasi.
Ia berharap bantuan yang dibawa dapat segera disalurkan dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana. []
Dituding Picu Longsor Sumut: Operasional TPL Lumpuh, Bursa Hentikan Saham INRU










