KETIKKABAR.com – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memimpin pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri se-Wilayah Aceh di Gedung Presisi Mapolda Aceh.
Kegiatan yang dihadiri oleh para perwira dan personel dari berbagai satuan di seluruh Aceh ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan mendukung pembangunan di provinsi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Menkopolkam Djamari Chaniago menyampaikan amanat dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan antara TNI dan Polri.
Menkopolkam menegaskan bahwa kedua institusi ini harus terus bekerja bersama sebagai satu kekuatan yang kokoh dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sukses dalam menjaga stabilitas negara sangat bergantung pada kolaborasi yang harmonis, cepat, dan efektif antara TNI dan Polri,” ujar Menkopolkam dalam arahannya.
Ia juga menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan profesionalisme tinggi dan sesuai prosedur, termasuk langkah tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang dapat merusak kepercayaan publik.
Menko Polkam juga memberikan penekanan bahwa dalam setiap operasi, TNI dan Polri harus selalu mengutamakan perlindungan masyarakat sipil dan keamanan publik.
Selain itu, kedua institusi ini juga diminta untuk terus memperkuat fungsi intelijen dengan sistem deteksi dini dan cegah dini untuk menghadapi potensi ancaman keamanan, baik yang bersifat domestik maupun eksternal.
“Kolaborasi ini bukan hanya penting untuk menjaga keamanan tetapi juga untuk mendukung percepatan pembangunan yang berjalan aman dan tertib,” tambah Djamari.
Dalam pengarahan ini, Menkopolkam juga mengingatkan pentingnya setiap personel TNI dan Polri untuk menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman moral dan etika dalam melaksanakan tugas mereka.
Begitu pula dengan personel Polri yang diingatkan untuk selalu mengamalkan Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai landasan dalam bertugas sebagai Bhayangkara negara yang profesional, tangguh, dan humanis.
Sinergi antara TNI dan Polri diharapkan menjadi solusi terbaik dalam menjaga stabilitas Aceh, agar tetap kondusif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Kapolda Aceh, Dankodaeral I, Kabinda Aceh, Kasdam IM, Irdam IM, serta berbagai perwira TNI dan Polri lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut, menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan sinergi yang sudah dibangun.
Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan hubungan kerja antara TNI dan Polri di Aceh semakin solid, responsif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Sinergi yang terjalin dengan baik menjadi landasan penting dalam menjaga Aceh tetap aman, serta mendukung arah pembangunan nasional yang berkelanjutan.[]
Prajurit Kodam Iskandar Muda Selamatkan Lansia di Tengah Banjir Aceh Timur


















