Bisnis

Hutama Karya Perkuat Transformasi Digital dan Inovasi Infrastruktur di Forum Internasional Korea Selatan

KETIKKABAR.comPT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat transformasi menuju pembangunan infrastruktur berdaya saing global dan berkelanjutan.

Sebagai pengembang utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), perusahaan BUMN ini aktif berpartisipasi dalam berbagai forum internasional untuk memperluas jejaring, memperdalam inovasi, dan mengadopsi teknologi masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Hutama Karya dalam 17th Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) Conference and Business Forum yang berlangsung di Goyang, Korea Selatan, pada 27–31 Oktober 2025.

Ajang bergengsi ini mempertemukan para profesional teknologi jalan dari puluhan negara untuk membahas arah pengembangan infrastruktur yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi digital.

Hutama Karya mengirimkan perwakilan dari berbagai divisi, antara lain Deska Adi Pratama dan Kusuma Ariftama dari Divisi Perencanaan Jalan Tol (RJT), Muhammad Ashar dari Divisi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Portofolio, serta Zakhy Yusuf Maulana dari HK Realtindo (HKR).

Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto, turut hadir memberikan dukungan langsung kepada para delegasi muda tersebut.

Dalam forum internasional itu, perwakilan Hutama Karya menyampaikan sejumlah riset dan studi strategis yang menyoroti inovasi teknologi, efisiensi konstruksi, hingga peningkatan nilai ekonomi kawasan sekitar jalan tol.

BACA JUGA:
Unit Distribusi Garudafood Uji Coba Truk Listrik untuk Tekan Emisi

Deska Adi Pratama mempresentasikan riset berjudul “Enhancing Infrastructure Efficiency and Sustainability through BIM Collaboration and Digital Survey: A Case Study of the Betung–Tempino–Jambi Toll Road Project.”

Dalam kesempatan yang sama, Deska juga menjadi pembicara pada sesi bisnis bertema “AI-Powered Toll Road Development: Hutama Karya’s Journey in Trans Sumatera,” yang menyoroti penerapan teknologi kecerdasan buatan untuk efisiensi pembangunan jalan tol.

Sementara itu, Kusuma Ariftama mengangkat topik “Concession Scheme Alternative of Trans Sumatra Toll Road: Dumai–Rantauprapat Section.”

Dalam paparannya, Kusuma membahas alternatif skema pengusahaan bagi ruas strategis di wilayah Sumatra bagian utara, dengan fokus pada optimalisasi kerja sama investasi dan keberlanjutan proyek infrastruktur.

Adapun Muhammad Ashar bersama Zakhy Yusuf Maulana mempresentasikan riset berjudul “Value Capture Strategy for Trans Sumatera Toll Road Development: Study Case in Palembang–Indralaya Section.”

Keduanya mengulas strategi peningkatan nilai ekonomi kawasan sekitar jalan tol melalui pendekatan value capture, yang bertujuan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan mendukung pengembangan wilayah di sepanjang koridor Trans Sumatera.

BACA JUGA:
Kuartal I 2026, Aset Bank Aceh Tumbuh Menjadi Rp29,89 Triliun

Konferensi REAAA 2025 diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 70 negara, terdiri atas pakar, praktisi, akademisi, dan lembaga infrastruktur kawasan Asia dan Australasia.

Kehadiran Hutama Karya menegaskan kesiapan Indonesia bersaing di panggung global, sekaligus memperlihatkan kontribusi aktif perusahaan dalam inovasi infrastruktur dunia.

Melalui penerapan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), digital survey, dan kecerdasan buatan (AI), Hutama Karya berupaya menghadirkan infrastruktur yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

“Melalui partisipasi ini, Hutama Karya berharap dapat memperluas kolaborasi internasional, memperkuat penerapan teknologi digital seperti BIM dan AI dalam pembangunan jalan tol, serta menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masa depan infrastruktur Indonesia yang efisien dan berdaya saing tinggi,” tutur Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah. []

Indosat Ooredoo Hutchison Dukung Garuda Spark Innovation Hub di Medan untuk Percepat Transformasi Digital Indonesia

TERKAIT LAINNYA