Nasional

Marsinah Ditetapkan Pahlawan Nasional: Aktivis Buruh yang Berani Melawan Penindasan

KETIKKABAR.comMarsinah, aktivis buruh asal Nganjuk, Jawa Timur, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.

Marsinah dikenang sebagai sosok yang gigih memperjuangkan hak-hak buruh, meski harus mengorbankan nyawanya dalam perjuangan tersebut.

Dilansir dari detikJatim, Marsinah lahir di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, pada 10 April 1969. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, yang kehilangan ibu saat masih berusia tiga tahun.

Marsinah menempuh pendidikan di SDN Nglundo 2, SMPN 5 Nganjuk, dan SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk.

Namun, keterbatasan biaya menghalangi keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Meski demikian, Marsinah tidak menyerah. Setelah lulus SMA, ia bekerja di beberapa tempat sebelum bergabung dengan pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS).

BACA JUGA:
Gaji Ke-13 Pensiunan Cair 2 Juni 2026: Tanpa Biaya dan Otomatis

Di sinilah, semangat juangnya untuk memperjuangkan hak-hak buruh mulai terlihat.

Marsinah dikenal aktif dalam memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya yang sering mendapat perlakuan tidak adil dari perusahaan.

Marsinah menjadi pelopor dalam aksi buruh dan memimpin demonstrasi besar pada Mei 1993 untuk menuntut pemenuhan hak-hak pekerja yang diabaikan oleh manajemen PT CPS.

Aksi ini berlangsung pada 3 dan 4 Mei 1993, namun setelah menyerahkan surat protes, Marsinah menghilang pada 5 Mei.

Empat hari kemudian, pada 9 Mei 1993, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Desa Jegong, Nganjuk.

Kematian Marsinah memicu gelombang protes dari berbagai kalangan, termasuk aktivis, mahasiswa, buruh, dan LSM.

Meskipun polisi sempat menangkap sembilan orang yang diduga terlibat, Mahkamah Agung pada 1995 memutuskan untuk membebaskan para terdakwa, yang kemudian menambah kekecewaan para pendukung Marsinah.

BACA JUGA:
Lemhannas Tutup P3N XXVII, 85 Peserta TNI-Polri hingga Kementerian Jadi Alumni; Brigjen Pol. Ade Ary Jadi Lulusan Terbaik Akademik

Kematian Marsinah menjadi salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang paling mencuri perhatian di Indonesia dan dunia internasional.

Meskipun telah tiada, perjuangan dan dedikasinya terhadap hak-hak buruh tetap dikenang hingga kini.

Dengan gelar Pahlawan Nasional yang kini disandangnya, Marsinah diakui sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia dan contoh keberanian dalam melawan ketidakadilan.[]

Kisah Heroik Tuan Rondahaim Saragih: Pahlawan Nasional yang Menyatukan Kerajaan Batak

TERKAIT LAINNYA