Internasional

Shut Down Pemerintah AS Masuki Rekor Terpanjang, Dampak Penerbangan Terhambat

KETIKKABAR.com – Penutupan atau shut down pemerintah Amerika Serikat (AS) kini telah memasuki hari ke-40, mencatatkan rekor sebagai yang terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

Meskipun sudah digelar belasan kali sidang oleh Kongres, kebuntuan politik antara Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai pembahasan anggaran, khususnya terkait subsidi perawatan medis dan tunjangan kesehatan, masih belum bisa teratasi.

Akibat terus berlanjutnya shut down, dampak ekonomi dan sosial semakin terasa.

Salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri penerbangan, dengan lebih dari 10.000 penerbangan dibatalkan atau tertunda.

Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan FlightAware, total penerbangan yang mengalami penundaan di AS mencapai 7.954, sementara 2.298 penerbangan lainnya dibatalkan.

Total keseluruhan penerbangan yang terpengaruh mencapai 10.252.

Kondisi ini terjadi karena banyak petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers atau ATC) yang dirumahkan akibat shut down, yang berimbas pada penurunan kualitas layanan dan kemampuan operasional bandara.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina Selatan, Warga Pesisir Dievakuasi Akibat Ancaman Tsunami

Sejumlah pegawai federal yang bekerja di sektor-sektor vital lainnya, termasuk pengamanan bandara dan kontrol lalu lintas udara, juga terpaksa tidak bekerja dan tidak menerima gaji.

Sebelumnya, otoritas penerbangan telah AS mengumumkan bahwa mereka terpaksa akan mengurangi jumlah penerbangan sebesar 10 persen jika penutupan pemerintah terus berlanjut.

Pengurangan penerbangan ini dipandang sebagai langkah preventif untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada sistem penerbangan, yang kerap bergantung pada kelancaran operasional pegawai federal, terutama di sektor pengatur lalu lintas udara.

Presiden Donald Trump sendiri memperingatkan bahwa dampak dari shut down terhadap sektor penerbangan dapat menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan dan keamanan nasional.

Menurut Trump, kendala operasional yang disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja di bandara dan sistem pengaturan penerbangan berpotensi meningkatkan bahaya dalam perjalanan udara, mengingat kompleksitas dan ketepatan waktu yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan lalu lintas udara.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 17 Penerbangan di Bandara General Santos Dibatalkan

Tahun fiskal AS seharusnya dimulai pada 1 Oktober, namun hingga saat ini, Kongres belum berhasil menyepakati rancangan anggaran yang dapat mengizinkan pemerintah untuk kembali beroperasi.

Kejadian ini mengulang sejarah, di mana shut down terpanjang sebelumnya terjadi pada masa pemerintahan Trump di periode pertama, yakni 35 hari, yang juga dipicu oleh kebuntuan anggaran.

Presiden Trump sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa ia akan memanfaatkan shut down ini sebagai kesempatan untuk melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap jumlah pegawai pemerintah.

Selain itu, Gedung Putih juga berharap dapat memangkas anggaran untuk beberapa program pemerintah yang tidak didukung oleh Partai Republik, sebagai bagian dari agenda penghematan dan reformasi anggaran. []

Kasus Narkoba Raffi Ahmad Kembali Terungkit, Aktivis Raden Nuh Ungkap Janji Honorarium yang Tak Terbayar

TERKAIT LAINNYA