Nasional

Adian Napitupulu : Laba Aplikator Ojol Tembus Rp6,4 Triliun, Biaya Operasional Dipertanyakan!

KETIKKABAR.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu, mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai biaya operasional sebenarnya dari perusahaan aplikator transportasi ojek online (ojol).

Berdasarkan hasil diskusinya dengan pihak terkait, Adian menduga laba bersih tahunan aplikator dari sektor angkutan penumpang saja bisa mencapai Rp6,4 triliun.

Adian menemukan bahwa biaya operasional dasar, atau Cost Per Action (CPA), untuk sekali perjalanan (jemput-antar) ternyata hanya berkisar antara Rp186 hingga Rp204. Biaya ini diklaim sudah mencakup penggunaan layanan Google Maps.

Legislator PDIP itu merinci temuan mengenai biaya Google Maps berbayar:

Untuk berlangganan 10 juta pengguna per bulan, biaya Google Maps hanya Rp17 hingga Rp50 per perjalanan, tergantung fasilitas layanan yang dipilih.

Setelah memasukkan simulasi tambahan untuk komponen overhead, marketing, dan maintenance, total biaya keseluruhan per perjalanan hanya di kisaran Rp600.

Adian menegaskan bahwa fakta ini membuktikan biaya CPA jauh lebih kecil dari narasi yang selama ini dibangun oleh pihak aplikator.

BACA JUGA:
Retret Ketua DPRD di Magelang: Prabowo Tekankan Satu Komando Menuju Asta Cita

Adian kemudian mengungkap struktur pendapatan aplikator yang dinilai sangat besar dan memiliki banyak komponen pungutan di luar komisi resmi:

  1. Komisi Resmi: Aplikator mengambil 15% plus 5% dari setiap perjalanan driver online.
    • Rp2.000 sebagai biaya jasa aplikasi.
    • Rp1.000 untuk asuransi.
    • Rp500 untuk biaya hijau.
    • Pungutan Tambahan: Terdapat tambahan sebesar Rp3.500 yang diambil aplikator, dibungkus dengan berbagai istilah:

      Adian menyoroti bahwa pungutan tambahan Rp3.500 ini tidak memiliki kejelasan dasar hukum.

Berdasarkan struktur potongan tersebut, Adian melakukan simulasi perhitungan laba bersih aplikator. Jika tarif satu perjalanan dikenakan Rp12.000, Total potongan aplikator: Rp2.400 (komisi 15%+5%) + Rp3.500 (pungutan tambahan) = Rp5.900 per transaksi.

Setelah dikurangi biaya Fix Cost++ (Rp600), pendapatan bersih aplikator menjadi Rp5.300 per transaksi.

Dengan asumsi satu aplikator mencatat 3,3 juta transaksi per hari (hanya dari angkutan penumpang), maka:

  • Laba Bersih Harian: Rp17,5 miliar.
  • Laba Bersih Tahunan: Sekitar Rp6,4 triliun (dari angkutan penumpang saja).

“Belum termasuk laba Food dan Barang,” ungkap Adian terheran-heran dengan potensi laba yang begitu besar tersebut. Temuan ini diharapkan dapat mendorong transparansi dan evaluasi lebih lanjut terhadap kebijakan potongan komisi dan pungutan aplikator. []

Lebanon Instruksikan Militer Melawan, Israel Intensifkan Serangan ke Selatan

BACA JUGA:
Pendaftaran SDM Kopdes dan KNMP Dibuka Hingga 24 April, Ini Syarat Lengkapnya

TERKAIT LAINNYA