Daerah

393 Jamaah Haji Kloter Pertama Aceh Masuk Asrama Sabtu, Berangkat ke Tanah Suci Ahad Pagi

KETIKKABAR.com – Sebanyak 393 calon jamaah haji asal Banda Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama akan mulai memasuki Asrama Haji Banda Aceh pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025, pukul 08.00 WIB.

Keesokan harinya, Ahad (18/5), jamaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci Arab Saudi melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Aceh 1446 H/2025 M, Azhari, yang juga Kepala Kanwil Kemenag Aceh, dalam konferensi pers di Media Center Haji PPIH Embarkasi Aceh, Jumat (16/5).

“Kloter 1 akan diisi oleh 393 jamaah asal Banda Aceh, termasuk enam petugas, yakni tiga dari PPIH Kloter dan tiga dari Petugas Haji Daerah (PHD),” ujar Azhari.

Pelayanan One Stop Service

BACA JUGA:
Tahun Ini, Beasiswa PIP Usulan Teuku Riefky Harsya di Aceh Besar Tembus 4.568 Penerima

Setibanya di asrama, jamaah akan langsung mendapatkan layanan terpadu (one stop service) yang mencakup pemeriksaan kesehatan, distribusi dokumen, makan pagi, serta proses penginapan.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si., menambahkan bahwa lokasi layanan dan alur kegiatan jamaah telah disesuaikan, mengingat gedung Misfalah sedang dalam tahap pembangunan. Ruang makan sementara dipindahkan ke ruang penginapan.

“Begitu turun dari bus, koper bagasi dan kabin langsung dikumpulkan dan diberi label di aula Arafah. Jamaah kemudian diarahkan ke aula Jeddah untuk duduk sesuai nomor registrasi, mendapat pengarahan, dan menjalani pemeriksaan kesehatan, terutama bagi lansia atau jamaah berisiko tinggi,” jelas Arijal.

Di aula tersebut, jamaah juga akan menerima dokumen berupa SPMA, gelang identitas, boarding pass, paspor, living cost (uang riyal), akomodasi, serta Kartu Baitul Asyi.

BACA JUGA:
Syech Muharram Lepas Kepulangan Mendagri Tito Karnavian di Bandara SIM

Seremoni dan Penerbangan

Setelah shalat dan makan siang, akan digelar seremoni pelepasan resmi oleh Gubernur atau Wakil Gubernur Aceh. Kemudian sore harinya, jamaah akan mengikuti bimbingan manasik, pengarahan keselamatan penerbangan, serta pembinaan bagi ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom).

Usai makan malam dan istirahat, jamaah akan mulai naik ke bus pada pukul 02.00 WIB, Ahad (18/5). Pemeriksaan keamanan dengan X-Ray dilakukan sebelum keberangkatan.

Jamaah dijadwalkan melaksanakan shalat subuh di dalam bus dan akan lepas landas dari Bandara SIM pada pukul 07.25 WIB menuju Tanah Suci.

“Bus pengantar jamaah ke bandara dilengkapi toilet, dan untuk kelancaran di area asrama, jumlah kendaraan dibatasi. Panitia yang bertugas akan dibekali rompi atau badge khusus,” tutup Arijal.[]

TERKAIT LAINNYA