KETIKKABAR.com – Seorang warga Palestina bernama Hamzah Al-Kwaifi melaporkan telah menjadi korban dugaan penipuan donasi online oleh seseorang yang diduga berasal dari Indonesia.
Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @opposite6890.recon membagikan kronologi kejadian pada Senin, 12 Mei 2025.
Penipuan itu disebut berkedok penggalangan dana untuk penyediaan air bersih bagi warga Gaza Utara.
Menurut keterangan Hamzah, ia awalnya dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Frans. Setelah ditelusuri, identitas asli Frans diketahui sebagai Tanwirul Anwar.
“Hamzah memberikan petunjuk bahwa orang tersebut mengaku bernama Frans. Setelah ditelusuri, penerima dana teridentifikasi bernama Tanwirul Anwar,” tulis akun @opposite6890.recon.
Hamzah mengungkapkan bahwa kampanye donasi yang dilakukan Frans telah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1.950. Frans berjanji akan mengirimkan dana tersebut setelah mencapai target US$2.000. Namun hingga Mei 2025, atau sekitar tiga bulan sejak komunikasi terakhir, dana tak kunjung dikirimkan.
“Padahal dana sebesar itu cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 10.000 warga Gaza,” ujar Hamzah dalam unggahan tersebut.
Tim dari @opposite6890.recon mengaku telah menghubungi Tanwirul Anwar untuk meminta penjelasan. Namun, jawaban yang diterima dinilai mengejutkan.
Tanwirul mengaku dana donasi telah habis digunakan, dan justru meminta Hamzah membantu menjual rumahnya di Cariu, Bogor, untuk mengganti kerugian.
Selain Tanwirul, nama lain yang disebut terlibat dalam kasus ini adalah Haikal Wahyudin. Keduanya diduga berada di wilayah Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Adapun alamat KTP Tanwirul tercatat di Kampung Tegalracak, RT 018 RW 07, Cariu, Bogor.
“Kami mengajak masyarakat untuk membantu menemukan pelaku dan mendesak mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar @opposite6890.recon dalam unggahan penutupnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan kasus tersebut.[]


















