Daerah

Dikritik Warganet, Acara Bersholawat Gus Miftah Pindah dari Zona Candi

KETIKKABAR.com – Kegiatan bertajuk Prambanan Bersholawat yang menghadirkan penceramah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah batal digelar di lapangan utara Candi Sewu, Kecamatan Prambanan, Sleman. Acara yang diselenggarakan oleh komunitas Pelopor CB itu sempat viral dan mendapat sorotan warganet.

“Sudah fiks meniadakan kegiatan di lokasi ini, tapi kemungkinan waktunya akan sama. Kami akan memastikan lokasi baru satu hingga dua hari,” ujar Ketua Pelopor CB

Acara yang diselenggarakan komunitas Pelopor CB itu semula dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Mei 2025.

Acara ini sempat viral dan mendapat sorotan warganet di media sosial X. Akun @GlHindu mengunggah flyer kegiatan yang menampilkan latar gambar Candi Prambanan dan potret Gus Miftah. Sejumlah warganet menilai lokasi acara tak semestinya digelar di kawasan candi.

Prawiten mengatakan keputusan menampilkan gambar Candi Prambanan di materi promosi merupakan bentuk kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia. Ia mengonfirmasi lokasi yang semula akan digunakan berada di kawasan zona 3 atau di utara Candi Sewu, dalam Kompleks Candi Prambanan.

BACA JUGA:
Kapok Sahli Pangdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Blang Padang, Sampaikan Amanat Panglima TNI

“Jaraknya 1,3 kilometer dari pusat Candi Prambanan,” katanya.

Prawiten juga mengakui adanya kekeliruan dalam pembuatan flyer acara. Salah satunya adalah penulisan judul Prambanan Bersholawat yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa lokasi kegiatan sebenarnya berada di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, bukan di dalam kompleks Candi Prambanan.

Atas penjelasan itu, Prawiten melanjutkan, tema kegiatan diubah dari Prambanan Bersholawat menjadi Pelopor Bersholawat. Ia juga menyebut mendapat saran dari Gus Miftah agar acara dipindahkan ke lokasi yang baru.

“Kalau mendapat tempat segera kami infokan. Kami masih mencari tempat yang mampu menampung jumlah pengunjung, harapan kami pengunjungnya 7 ribuan,” ujar dia.

General Manager PT Taman Wisata Candi Prambanan–Ratu Boko, Ratno Tumur, mengatakan lapangan utara Candi Sewu memang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan komunitas, seperti gathering. Ia menyebutkan luas area lapangan tersebut mencapai 28 ribu meter persegi.

“Kegiatan ini sebenarnya akan tiga kali. Pada 2023 dan 2024 sudah pernah dengan kegiatan beragam. Kalau kegiatan sebelumnya aman,” ujar dia.

BACA JUGA:
Musrenbang RKPA 2027: Gubernur Aceh Prioritaskan Penanggulangan Kemiskinan dan Mitigasi Bencana

Perwakilan manajemen Gus Miftah, Wahyu Laksono, mengatakan panitia Pelopor CB mengundang Gus Miftah untuk mengisi acara tersebut sejak tiga pekan lalu. Ia membantah tudingan bahwa Gus Miftah adalah pihak yang menyelenggarakan kegiatan itu.

“Yang mengatakan Gus Miftah jadi penyelenggara tidak benar,” kata Wahyu.

Wahyu mengungkapkan bahwa Gus Miftah juga telah menyarankan agar lokasi kegiatan dipindahkan. Menurut dia, Gus Miftah tetap akan hadir memenuhi undangan di lokasi yang baru.

General Manager PT Taman Wisata Candi Prambanan–Ratu Boko, Ratno Tumur; Ketua Pelopor CB, Prawiten; dan perwakilan manajemen Gus Miftah, Wahyu Laksono.[]

TERKAIT LAINNYA