KETIKKABAR.com – Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah meluncurkan rudal balistik hipersonik yang menargetkan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, memperingatkan maskapai penerbangan internasional bahwa bandara tersebut tidak aman untuk penerbangan sipil.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengungkapkan bahwa rudal tersebut berhasil mengenai sasaran yang dituju, serta sasaran vital lainnya di kota pesisir Ashkelon juga terkena serangan.
Pada Minggu (4/5/2025), otoritas Israel menangguhkan semua penerbangan di Bandara Ben Gurion setelah sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman menghantam area dekat fasilitas tersebut.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, melaporkan bahwa beberapa orang mengalami luka ringan akibat rudal yang jatuh dekat Terminal 3. Penyiar publik KAN melaporkan bahwa tujuh orang terluka dalam serangan itu.
Media Israel mengatakan bahwa sembilan maskapai penerbangan internasional menangguhkan penerbangan mereka ke Tel Aviv setelah serangan Houthi tersebut.
Menurut Channel 13 Israel, Lufthansa, Swiss International Air Lines, Austrian Airlines, Air India, ITA Airways, dan Air Europa membatalkan jadwal penerbangan ke Tel Aviv.
Maskapai penerbangan Hungaria Wizz Air mengumumkan penangguhan penerbangannya ke Israel hingga Selasa pagi, menurut surat kabar Israel Hayom. United Airlines yang berbasis di AS dan Ryanair dari Irlandia juga menangguhkan penerbangan hari Minggu, Channel 12 melaporkan.
Sebuah penerbangan Air India yang sedang menuju Israel berbalik arah ke New Delhi saat terbang di atas Yordania, menurut Yedioth Ahronoth.
Sementara itu, sebuah penerbangan British Airways yang berangkat dari London ditunda selama dua jam di tengah ketidakpastian apakah akan melanjutkan penerbangan ke Tel Aviv.
Media Israel juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan keamanan tingkat tinggi pada Minggu sore untuk membahas kemungkinan tanggapan terhadap serangan Houthi.
“Setelah rudal mendarat di Bandara Ben Gurion, kami tidak lagi memiliki batasan apa pun. Israel akan menanggapi Houthi dengan tegas. Kami memiliki hak untuk menanggapi, dan tidak ada yang akan menahan kami,” kata penyiar publik KAN, mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya.
Serangan rudal pada hari Minggu terjadi setelah beberapa sirene peringatan serangan udara di berbagai wilayah Israel dan beberapa upaya gagal untuk mencegat proyektil tersebut, menurut tentara Israel.
Ini menandai peluncuran rudal ketiga dalam dua hari, setelah klaim Houthi yang sebelumnya menargetkan Pangkalan Udara Ramat David dan wilayah Tel Aviv.[]










