Nasional

BMKG Peringatkan Aceh: Cuaca Panas Picu Karhutla, Hujan Lebat Mengintai

KETIKKABAR.com, Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh pada periode 23–29 Oktober 2026.

Di tengah kondisi kering yang mendominasi, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang.

Dalam rilis resminya, BMKG menyebut fenomena El Niño yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, termasuk Aceh.

Minimnya tutupan awan menyebabkan peningkatan suhu permukaan di berbagai daerah. Kondisi itu juga mempercepat penurunan kadar air pada vegetasi sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Meski cuaca kering mendominasi, dinamika atmosfer regional dan lokal masih berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Aceh.

BACA JUGA:  Polri Targetkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan, 586 Personel Rampungkan Diklat

Faktor yang memengaruhi antara lain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh.

Aceh Masuk Status Siaga Hujan Lebat

BMKG mencatat Aceh masuk kategori Siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 23–25 Oktober 2026. Hujan berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Sementara itu, pada periode 26–29 Oktober 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Angin kencang juga perlu diwaspadai.

Perbedaan kondisi cuaca tersebut membuat masyarakat perlu mengantisipasi risiko yang dapat muncul, baik akibat suhu panas maupun hujan lebat yang terjadi secara lokal.

Warga Diminta Waspada Karhutla

Dalam kondisi cuaca kering dan panas, masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

BACA JUGA:  Dua Anggota KKB Dilaporkan Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Nduga

Pemerintah daerah dan warga juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepatnya.

Selain ancaman karhutla, warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari dan menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mengurangi risiko dehidrasi.

Saat hujan lebat terjadi, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan juga diminta mewaspadai genangan air, angin kencang, dan sambaran petir.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal informasi resmi lainnya agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. []

TERKAIT LAINNYA