Internasional

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah, Warga Diminta Cari Tempat Aman

KETIKKABAR.com, Jakarta — Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di empat wilayah bagian barat negara tersebut, termasuk Makkah dan Jeddah, pada Jumat (23/10/2026). Peringatan itu dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan mengenai penyebabnya.

Mengutip AFP, Sabtu (24/10/2026), peringatan tersebut juga mencakup Taif, yang berada di dekat Makkah, serta Yanbu, kawasan pesisir Laut Merah yang menjadi pusat industri minyak.

Dalam peringatan itu, otoritas meminta masyarakat segera mencari tempat aman terdekat.

“Segera menuju tempat aman terdekat,” demikian instruksi badan tersebut kepada masyarakat.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai larangan hukum membagikan gambar atau informasi terkait upaya penanggulangan rudal dan drone.

BACA JUGA:  Rusuh di Prancis, 1.200 Orang Ditangkap: Balai Kota Terbakar, Toko Dijarah

Namun, peringatan tersebut tidak disertai penjelasan terperinci mengenai potensi ancaman yang mendasarinya. Laporan AFP juga tidak menyebutkan objek atau insiden tertentu yang memicu peringatan tersebut.

Arab Saudi Diwarnai Ancaman Serangan

Peringatan di Makkah dan Jeddah muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran.

Kelompok Houthi terlibat perang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Dalam konflik tersebut, kelompok itu dilaporkan menargetkan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi.

Laporan yang menjadi sumber berita ini menyebutkan serangan terhadap Bandara Riyadh pada awal Oktober menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya. Informasi mengenai insiden tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui sumber resmi atau laporan independen lainnya.

BACA JUGA:  Kodim 0108/Agara dan Warga Gotong Royong Siapkan Pengecoran Jembatan Gantung di Desa Buah Pala, Aceh Tenggara

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang terlibat dalam konflik Yaman sejak 2015. Perang berkepanjangan tersebut menghancurkan berbagai wilayah dan memicu krisis kemanusiaan besar di negara itu.

Konflik sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, menurut bahan laporan yang dikutip, pertempuran kembali meningkat pada Juli ketika konflik yang lebih luas di Timur Tengah turut memengaruhi kawasan tersebut. []

TERKAIT LAINNYA