KETIKKABAR.com, Aceh Tenggara — Babinsa Posramil Ketambe, Sertu Sarirapid, bersama personel di lapangan mendampingi pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Deleng Damar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Pendampingan yang dilakukan jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara ini difokuskan pada pengangkutan material tiang pylon serta persiapan konstruksi untuk mempercepat pembangunan akses penghubung bagi masyarakat.
Pekerjaan tersebut mencakup pelangsiran material tiang pylon ke titik pembangunan di tepi dekat dan tepi jauh jembatan.
Selain itu, personel bersama pekerja menyiapkan penyelesaian pengecoran pondasi angkur dan pondasi tiang pylon, serta merakit besi untuk pondasi angkur di bagian tepi jauh jembatan.
Keterlibatan Babinsa di lokasi merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap pembangunan infrastruktur pedesaan.
Pendampingan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antara personel, pekerja, dan masyarakat agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sertu Sarirapid mengatakan pembangunan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi warga Desa Deleng Damar, terutama untuk menunjang akses transportasi dan memperlancar aktivitas sehari-hari. Karena itu, pengerjaan perlu dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan ketelitian dan keselamatan kerja.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Keterlibatan Babinsa bersama pekerja dan warga diharapkan membantu pelaksanaan pekerjaan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Ketersediaan bahan bangunan menjadi salah satu perhatian dalam pengerjaan Jembatan Gantung Perintis tersebut. Material yang telah tersedia di lokasi meliputi batu gunung, batu split, pasir, semen, besi ulir, tali seling, papan cor, dan kayu kaso.
Sejumlah peralatan pendukung, seperti mesin molen dan drum air, juga disiapkan untuk menunjang pekerjaan konstruksi. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, terdapat tambahan 25 sak semen untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan, khususnya pengecoran pondasi.
Pengangkutan material menuju titik pembangunan membutuhkan koordinasi agar bahan yang diperlukan tersedia sesuai tahapan pekerjaan.
Seluruh kegiatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan material, serta keselamatan personel dan pekerja.
Sertu Sarirapid menegaskan bahwa pendampingan Babinsa merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami akan terus berupaya hadir dan mendampingi masyarakat dalam kegiatan pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui kerja sama dan semangat gotong royong, kami berharap pengerjaan jembatan ini dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Jembatan Gantung Perintis di Desa Deleng Damar diharapkan meningkatkan keterhubungan antarwilayah dan mempermudah masyarakat mengakses berbagai fasilitas, termasuk sekolah, tempat kerja, serta lokasi kegiatan ekonomi.
Keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan sekaligus memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui pendampingan Babinsa Posramil Ketambe, pembangunan infrastruktur ini diharapkan terus berjalan sesuai rencana. Sinergi antara TNI, pekerja, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan. [*]











