Politik

Syahganda Prediksi Prabowo Kembali Panggil Purbaya untuk Posisi Strategis BI

KETIKKABAR.com — Pendiri Great Institute yang kini menjabat Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Syahganda Nainggolan, memprediksi Presiden Prabowo Subianto dapat kembali memanggil Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi strategis setelah pencopotannya dari jabatan Menteri Keuangan.

Ia menyebut Gubernur Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu posisi yang dinilai sesuai dengan kapasitas dan pengalaman Purbaya.

Prediksi tersebut disampaikan Syahganda dalam diskusi bersama jurnalis senior Darmawan Sepriyossa yang ditayangkan Forum Keadilan TV pada 18 September 2026. Saat diskusi berlangsung, Syahganda belum menjabat sebagai Kepala Bakom.

Menurut Syahganda, pergantian Purbaya dari posisi Menteri Keuangan bukan karena Presiden Prabowo memberikan penilaian negatif terhadap kinerjanya.

Ia justru menilai Prabowo mengapresiasi kinerja Purbaya selama sekitar satu tahun menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.

“Pak Prabowo tidak memberikan penilaian negatif kepada Pak Purbaya. Bisa saja dipanggil kembali,” tegas Syahganda.

Purbaya Dinilai Cocok untuk Bank Indonesia

Syahganda menilai pergantian Purbaya lebih berkaitan dengan langkah pragmatis Presiden untuk meredam instabilitas yang muncul akibat manajemen konflik.

BACA JUGA:  Inflasi Aceh September 2026 Capai 5,03 Persen, Cabai Merah dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama

Ia mengaitkan situasi tersebut dengan sejumlah kebijakan Purbaya yang dinilai agresif dalam membongkar praktik kejahatan oligarki, menertibkan skandal pajak korporasi berskala besar, serta menolak intervensi lembaga keuangan global.

Jika Prabowo kembali menawarkan jabatan kepada Purbaya, Syahganda menilai Bank Indonesia menjadi salah satu pilihan yang sesuai dengan latar belakang mantan Menteri Keuangan tersebut.

Purbaya sebelumnya memiliki pengalaman sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebelum ditarik menjadi Menteri Keuangan setelah kerusuhan pada Agustus tahun lalu.

Menurut Syahganda, pengalaman tersebut menjadi modal bagi Purbaya dalam menangani persoalan sektor perbankan.

“Problematika perbankan kita ke depan ini banyak, karena banyak bank yang masih tambal sulam. Selama Pak Purbaya di LPS, dia sudah mengidentifikasi mana bank-bank atau lembaga keuangan lainnya yang sudah sepantasnya ditutup atau dibenahi. Pak Purbaya sudah tahu itu,” ungkap Syahganda.

BACA JUGA:  Prabowo Lantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan

Dinilai Bukan Figur yang Mengejar Panggung Politik

Syahganda juga menilai penempatan Purbaya di Bank Indonesia berpotensi mendapat respons positif dari yang bersangkutan.

Ia menggambarkan Purbaya bukan sebagai figur politik yang membangun pencitraan atau melakukan manuver publik untuk kepentingan Pemilu 2029.

Menurut Syahganda, Purbaya lebih dikenal sebagai teknokrat yang berfokus menjalankan tugas di dalam institusi.

“Kalau dia dimasukkan ke bank sentral tentu dia senang, karena dia bisa melanjutkan kerja-kerja dia di LPS dulu. Kalau menurut saya, 70 persen okelah dia akan menerima tawaran itu,” pungkas Syahganda.

Untuk sementara, Syahganda menyarankan publik memberikan waktu kepada Purbaya untuk menepi dari dinamika politik setelah pencopotannya.

Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan evaluasi kabinet lanjutan yang disebut akan dilakukan Presiden Prabowo pada Oktober 2026. []

TERKAIT LAINNYA