Internasional

Iran Peringatkan Inggris Usai Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan

KETIKKABAR.com – Pemerintah Iran melayangkan peringatan keras kepada Inggris agar tidak membantu Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke wilayahnya.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul keputusan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, yang memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militer di Inggris sebagai basis serangan terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran secara tegas mengutuk langkah London tersebut. Teheran menilai kebijakan pemberian izin pangkalan udara bagi pesawat pengebom AS merupakan tindakan yang melanggar Piagam PBB.

“Iran berkomitmen teguh untuk terus mempertahankan kedaulatan nasional, integritas teritorial, kepentingan nasional, dan keamanan dalam menghadapi agresi,” bunyi pernyataan resmi Kemlu Iran, seperti dikutip Jumat (24/7/2026).

Pihak Kemlu Iran juga menegaskan bahwa negara mana pun yang terlibat dalam bentuk apa pun pada agresi militer terhadap negara mereka harus menanggung risiko serta siap menerima konsekuensi dari keputusan tersebut.

BACA JUGA:  Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London Diduga Akibat Overdosis

Ketegangan ini memuncak setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan segera menyerang kompleks terowongan Gunung Pickaxe di Iran yang diduga menjadi tempat penyimpanan fasilitas nuklir. Trump bahkan bersumpah wilayah tersebut akan dihantam dengan serangan hebat dalam waktu dekat.

“Kita lihat saja apa yang terjadi. Bisa jadi dalam waktu dekat,” ujar Trump.

Sesaat setelah ancaman tersebut dilontarkan, beberapa unit pesawat pengebom strategis Angkatan Udara AS, B-1 Lancer, terpantau meninggalkan pangkalan di Inggris.

Di saat yang bersamaan, PM Andy Burnham menyetujui penggunaan fasilitas militer tersebut oleh Washington, meski tujuan pasti dari operasi penerbangan pesawat-pesawat tersebut belum terkonfirmasi lebih lanjut.[]

TERKAIT LAINNYA