Nasional

Viral karena Gabung Militer Rusia, Kini Nasib Satria Arta Kumbara Hilang Tanpa Jejak!

KETIKKABAR.com – Nasib Satria Arta Kumbara, mantan prajurit Korps Marinir TNI AL yang sempat viral karena bergabung dengan militer Rusia dalam konflik Ukraina, hingga kini masih diselimuti ketidakpastian.

Pemerintah Indonesia menyatakan belum menerima informasi resmi terkait keberadaan maupun kondisi terkini pria yang status kewarganegaraan Indonesianya telah gugur tersebut.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan, hingga Januari 2026, pihaknya tidak memiliki komunikasi atau laporan valid mengenai Satria.

Sejak Agustus 2025, Satria kehilangan kontak setelah sempat mengabarkan dirinya mengalami luka parah akibat serangan drone dan mortir di medan perang.

“Nggak ada, sampai hari ini nggak ada (komunikasi),” ujar Supratman saat dikonfirmasi mengenai nasib yang bersangkutan.

Jejak Desersi dan Konsekuensi Hukum Satria Arta Kumbara merupakan mantan Sersan Dua (Serda) NRP 111026 yang bertugas di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar), Cilandak.

Ia tercatat melakukan desersi sejak 13 Juni 2022. Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada 6 April 2023 menjatuhkan vonis satu tahun penjara serta pemecatan tidak dengan hormat (PTDH).

Click here to preview your posts with PRO themes ››

TNI AL melalui Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi telah menegaskan bahwa Satria bukan lagi anggota TNI.

Dengan demikian, institusi militer Indonesia tidak lagi memiliki tanggung jawab untuk memantau atau mengevakuasi yang bersangkutan.

Status kewarganegaraannya pun telah gugur secara otomatis sesuai Undang-Undang Kewarganegaraan RI karena bergabung dengan angkatan bersenjata asing tanpa izin Presiden.

Supratman menambahkan, jika Satria ingin kembali menjadi WNI, ia harus menempuh proses naturalisasi dari awal.

Rentetan Rumor dan Kondisi Terakhir Nama Satria sempat menjadi sorotan tajam sepanjang 2025:

  • Juni 2025: Sempat muncul rumor kematian yang disebarkan oleh rekan sesama warga Indonesia di Rusia, Heru Suta, namun segera dibantah oleh Satria melalui unggahan video di TikTok pada awal Juli 2025.
  • Juli 2025: Satria sempat memohon maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan pejabat tinggi negara lainnya, serta meminta bantuan untuk dipulangkan dengan alasan bergabung dengan militer Rusia semata-mata untuk mencari nafkah.
  • Agustus 2025: Mantan anggota TNI AD, Ruslan Buton, mengunggah video yang menampilkan kondisi Satria dengan luka parah di kepala akibat serangan drone kamikaze. Video tersebut menjadi jejak komunikasi publik terakhir sebelum Satria benar-benar hilang kontak.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Hingga Juli 2026, meski berbagai spekulasi mengenai nasib jenazahnya beredar di media sosial, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Rusia, pemerintah Indonesia, maupun lembaga internasional.

Kasus ini menjadi preseden serius terkait konsekuensi hukum dan risiko nyata bagi warga negara yang terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.[]

TERKAIT LAINNYA