Internasional

AS Diduga Lakukan Tekanan Diplomatik untuk Batasi Kehadiran di Pemakaman Khamenei

KETIKKABAR.com – Amerika Serikat diduga melancarkan tekanan diplomatik terhadap sejumlah negara guna mencegah pengiriman delegasi dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Tuduhan ini mencuat melalui laporan Kantor Berita Tasnim, yang mengutip keterangan dari sumber senior. Washington disebut berupaya membatasi partisipasi internasional dalam rangkaian upacara berkabung tersebut.

Dalam laporan tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, diklaim telah menginstruksikan seluruh kedutaan besar dan misi diplomatik Amerika untuk menggunakan semua saluran yang tersedia guna membujuk pemerintah negara tuan rumah agar tidak menghadiri prosesi pemakaman.

Para diplomat AS dilaporkan diminta menyampaikan bahwa kehadiran dalam acara tersebut akan dipandang sebagai “tindakan tidak ramah” oleh pihak Washington.

“Amerika Serikat telah melancarkan kampanye diplomatik besar-besaran dalam beberapa hari terakhir yang bertujuan untuk mencegah negara-negara berpartisipasi dalam upacara peringatan untuk pemimpin yang gugur, Sayyed Ali Khamenei,” tulis laporan tersebut, Minggu, 5 Juli 2026.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Tasnim lebih lanjut melaporkan, berdasarkan keterangan sejumlah diplomat Arab, Rubio secara pribadi telah mengangkat isu tersebut kepada para menteri luar negeri di setidaknya lima negara Arab.

Selain itu, duta besar AS di sejumlah negara Afrika dikabarkan memberikan peringatan bahwa keikutsertaan dalam upacara pemakaman dapat berdampak pada pengurangan bantuan Amerika bagi negara-negara terkait.

Akibat tekanan tersebut, Tasnim mengklaim setidaknya 13 negara memutuskan untuk membatalkan partisipasi mereka. Delegasi yang batal hadir tersebut terdiri dari tiga negara Eropa Timur, lima negara Afrika, dua negara Teluk, dan dua negara Asia Timur.

Bahkan, salah satu negara besar di Afrika Utara dilaporkan terpaksa mengurangi delegasinya karena kekhawatiran akan dampak yang mungkin timbul terhadap hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Washington terkait laporan dan tuduhan tersebut.[]

TERKAIT LAINNYA