DaerahNews

TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Aceh Tenggara

KETIKKABAR.com — Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan kemajuan. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 68 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal agar segera dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 0108/Aceh Tenggara, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, tenaga teknis, dan masyarakat setempat. Kehadiran infrastruktur itu diharapkan dapat memperlancar akses transportasi warga, terutama menuju kawasan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat.

Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama warga tampak bergotong royong menyelesaikan berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari penyiapan material hingga penguatan fondasi. Cuaca yang mendukung turut membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan pembangunan jembatan memiliki nilai strategis bagi masyarakat karena akan meningkatkan aksesibilitas ke sejumlah kawasan produktif yang selama ini sulit dijangkau.

Menurut dia, keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung peningkatan perekonomian melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

BACA JUGA:
Bupati Aceh Besar Minta OPD Terus Berinovasi untuk Percepat Pembangunan

“Alhamdulillah, hingga saat ini pembangunan terus menunjukkan perkembangan yang baik dan telah mencapai progres sekitar 68 persen. Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis, serta seluruh masyarakat yang terus mendukung dan terlibat langsung dalam proses pembangunan. Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ahmad Saan, Rabu (17/6)

Ia menambahkan, keterlibatan Babinsa dan personel TNI dalam pembangunan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, kehadiran TNI di tengah masyarakat juga diharapkan semakin mempererat hubungan dengan warga serta memperkuat budaya gotong royong yang menjadi ciri kehidupan masyarakat pedesaan.

Antusiasme warga Desa Teger Miko terhadap pembangunan jembatan itu cukup tinggi. Selama ini masyarakat harus menempuh jalur yang relatif sulit dan memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai lahan pertanian maupun perkebunan.

BACA JUGA:
Enam Pejabat Utama Polresta Banda Aceh Dirotasi, Berikut Nama-namanya

Kondisi tersebut kerap menjadi kendala dalam mengangkut hasil panen maupun kebutuhan produksi lainnya. Karena itu, jembatan gantung yang sedang dibangun dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Seorang warga Desa Teger Miko mengaku bersyukur pembangunan jembatan yang telah lama diharapkan akhirnya dapat direalisasikan. Menurutnya, keberadaan jembatan akan memudahkan akses menuju kebun dan lahan pertanian sehingga aktivitas warga menjadi lebih cepat dan aman.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis itu dinilai menjadi contoh sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan jembatan tersebut diharapkan selesai sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. []

TERKAIT LAINNYA