Internasional

Biaya Operasi Militer AS Terhadap Iran Tembus Rp1.000 Triliun

KETIKKABAR.com – Biaya operasi militer Amerika Serikat (AS) dalam konflik melawan Iran dilaporkan telah mencapai angka fantastis sebesar 61 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.000 triliun.

Data tersebut dirilis oleh pemantau real-time Iran War Cost Tracker seiring dengan berjalannya operasi militer yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Portal pemantau tersebut memperbarui data secara seketika dengan menghitung biaya personel, pengerahan kapal perang ke wilayah konflik, serta berbagai pengeluaran logistik terkait lainnya.

Angka tersebut mencerminkan tingginya intensitas keterlibatan militer AS di kawasan tersebut sejak awal tahun 2026.

Metodologi perhitungan ini mengacu pada laporan resmi Pentagon kepada Kongres AS. Laporan tersebut merinci bahwa enam hari pertama operasi saja telah menelan biaya 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp194 triliun). Selanjutnya, pengeluaran rutin militer diproyeksikan mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun per hari.

BACA JUGA:
Mantan Intelijen CIA: Trump Klaim China Setuju Hentikan Pasokan Senjata ke Iran

Ketegangan militer ini memuncak pada 28 Februari lalu, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur nasional dan menelan korban jiwa dari pihak sipil.

Meski sempat ada jeda setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, situasi tetap berada di titik nadir. Perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.

Walaupun belum ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali pertempuran, AS diketahui telah memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya upaya diplomatik yang masih diupayakan oleh Gedung Putih.

Pada Selasa (21/4/2026), Presiden Donald Trump menyatakan akan memperpanjang masa gencatan senjata sembari tetap mempertahankan blokade.

BACA JUGA:
Eskalasi di Teluk: Iran Balas Serangan Drone Usai AS Sita Kapal Kargo TOUSKA

Keesokan harinya, Trump memberikan sinyal optimisme bahwa pembicaraan damai dengan Teheran memiliki peluang untuk terealisasi dalam waktu dekat. Ia menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut “mungkin” terjadi dalam kurun waktu 36 hingga 72 jam ke depan. []

TERKAIT LAINNYA