Daerah

Pulihkan Akses Pasca Banjir, TNI dan Warga Aceh Tenggara Kebut Jembatan Gantung

KETIKKABAR.com – Pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, terus dikebut guna memulihkan akses vital masyarakat yang terputus akibat terjangan banjir.

Personel Babinsa dari jajaran Koramil 0108-03/Badar dan Posramil Darul Hasanah Kodim 0108/Aceh Tenggara terpantau bahu-membahu bersama warga setempat dalam proses pengerjaan, Selasa (21/4/2026).

Meski terkendala faktor cuaca yang kerap diguyur hujan, personel TNI dan masyarakat tetap menunjukkan dedikasi tinggi untuk merampungkan jembatan tersebut tepat waktu.

Keberadaan jembatan ini menjadi prioritas utama karena fungsinya sebagai urat nadi mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi dan akses pendidikan pelajar.

Peltu Dedi Cahyadi mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat tim di lapangan. Menurutnya, percepatan pembangunan sangat diperlukan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.

BACA JUGA:
Musrenbang RKPA 2027: Gubernur Aceh Prioritaskan Penanggulangan Kemiskinan dan Mitigasi Bencana

“Pembangunan jembatan gantung ini terus kami kebut meskipun terkendala cuaca. Semangat anggota dan masyarakat tetap tinggi karena kami menyadari betapa pentingnya jembatan ini sebagai akses utama warga,” ujar Peltu Dedi Cahyadi.

Jembatan gantung perintis ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antardesa maupun antarkecamatan.

Sebelumnya, rusaknya infrastruktur lama akibat banjir telah menghambat mobilitas pelajar menuju sekolah serta mengganggu distribusi ekonomi di wilayah tersebut.

“Jembatan ini merupakan akses alternatif yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan adanya pembangunan kembali jembatan ini, kami berharap aktivitas warga dapat kembali normal dan berjalan lancar,” tambahnya.

Pembangunan yang dilakukan secara gotong royong ini juga menjadi solusi sementara bagi masyarakat sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait pembangunan jembatan permanen.

Sinergi antara TNI dan rakyat ini tidak hanya mempercepat penyelesaian fisik jembatan, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat di wilayah Aceh Tenggara. []

BACA JUGA:
HUT ke-821 Banda Aceh: Balutan Pakaian Adat dan Tradisi Indatu Warnai Sidang Paripurna

TERKAIT LAINNYA