Nasional

Populasi Lampaui 60 Persen, Pemprov DKI Jakarta Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu

KETIKKABAR.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan aksi pembersihan massal terhadap ikan sapu-sapu di perairan ibu kota, Jumat (17/4/2026).

Dalam operasi satu hari tersebut, petugas berhasil mengamankan 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 6,9 ton untuk segera dimusnahkan guna memulihkan ekosistem sungai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan secara serentak di lima wilayah administrasi Jakarta.

Lokasi penyumbang terbesar adalah Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan dengan temuan 63.600 ekor.

“Berdasarkan data yang dihimpun, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton,” ujar Hasudungan saat memberikan keterangan resmi.

BACA JUGA:
Brimob Xtreme 2026 Resmi Ditutup, Cetak Bibit Atlet Berprestasi Internasional

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau langsung proses penangkapan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengungkapkan bahwa populasi spesies invasif ini telah menguasai lebih dari 60 persen ekosistem perairan Jakarta.

Selain merusak keseimbangan lingkungan, ikan-ikan tersebut mengandung tingkat racun yang berbahaya bagi manusia.

“Rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Itu berbahaya sekali kalau dikonsumsi,” tegas Pramono saat memberikan imbauan kepada warga.

Secara teknis, penangkapan dilakukan dengan menyisir titik-titik krusial di setiap wilayah. Di Jakarta Timur, petugas mengamankan 4.128 ekor dari 10 kecamatan, sementara di Jakarta Pusat terjaring 536 ekor seberat 565 kg.

Di wilayah pesisir Jakarta Utara, sebanyak 545 ekor diangkat dari saluran penghubung Kelapa Gading Barat, dan 71 ekor lainnya ditemukan di Kali Anak TSI, Jakarta Barat.

Operasi ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap dominasi ikan sapu-sapu yang menggeser spesies asli sungai Jakarta serta risiko kesehatan jika dikonsumsi oleh masyarakat akibat paparan residu logam berat.[]

BACA JUGA:
Skandal Motor Listrik MBG: 25 Ribu Unit 'Rasa China' Berkedok Produk Lokal? Harganya Bikin Melongo!

TERKAIT LAINNYA