KETIKKABAR.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi menjalin kerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoA) di Hotel Ayani, Banda Aceh, pada Kamis (16/4/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UMJ, Dr. Tria Patrianti, M.I.Kom, menyatakan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar bagi kedua belah pihak.
Dalam aspek pengajaran, praktisi media dari AMSI Aceh akan dilibatkan sebagai dosen tamu guna memberikan pemahaman praktis mengenai jurnalistik, terutama dalam konteks peliputan di wilayah rawan bencana.
“Dalam aspek pengajaran, kami melihat AMSI Aceh memiliki anggota yang kompeten di bidang jurnalistik, media, dan penguatan kapasitas media di daerah. Terlebih, AMSI Aceh memiliki positioning yang kuat dalam peliputan bencana,” kata Tria kepada awak media usai penandatanganan.
Selain pengajaran, fokus utama kerja sama ini adalah penguatan riset terkait praktik media dalam peliputan kebencanaan.
Tria menilai pengalaman panjang Aceh sejak peristiwa Tsunami 2004 merupakan referensi penting bagi dunia akademik.
“Pengalaman Aceh dalam menghadapi bencana menjadi laboratorium yang sangat penting untuk kajian komunikasi, khususnya jurnalisme kebencanaan,” jelasnya.
Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, menyambut baik sinergi ini dan menganggapnya sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif akademik ke dalam praktik lapangan.
Menurutnya, kolaborasi ini berpotensi menjadikan Aceh sebagai rujukan nasional dalam pengembangan jurnalisme kebencanaan.
“Kerja sama ini penting untuk memperkuat kapasitas jurnalis, sekaligus menghadirkan perspektif akademik dalam praktik peliputan di lapangan. Aceh memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana, sehingga bisa menjadi rujukan nasional dalam pengembangan jurnalisme kebencanaan,” ujar Aryos.
Aryos menegaskan harapannya agar nota kesepakatan ini segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang memberikan manfaat luas bagi publik.
“Kami ingin kerja sama ini berlanjut dalam program-program konkret yang benar-benar berdampak, baik untuk penguatan media maupun peningkatan literasi masyarakat,” pungkasnya.[]


















