KETIKKABAR.com – Iran kembali melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel pada Kamis (26/3/2026). Militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah beroperasi untuk merespons serangan tersebut.
Menurut petugas medis, insiden ini menyebabkan enam orang mengalami luka ringan serta menimbulkan sejumlah kerusakan pada bangunan.
Juru bicara layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (MDA), mengonfirmasi bahwa petugas di lapangan memberikan perawatan medis kepada enam orang yang terluka akibat ledakan.
Selain korban luka, dilaporkan adanya kerusakan pada beberapa rumah di kota Kafr Qassem, Israel tengah. Wali Kota Kafr Qassem, Haitham Taha, menyebutkan bahwa kerusakan tersebut diduga disebabkan oleh amunisi klaster.
Militer Israel menjelaskan bahwa tim penyelamat dari Komando Pertahanan Dalam Negeri telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak di wilayah Israel tengah.
Dalam pernyataan resminya, militer mengidentifikasi adanya rudal-rudal yang diluncurkan langsung dari wilayah Iran menuju Israel.
“Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” tulis pernyataan militer Israel. Tak lama setelah serangan berlangsung, pihak berwenang mengumumkan bahwa warga sudah diizinkan untuk meninggalkan ruang pelindung atau bunker di seluruh wilayah negara.
Selama serangan berlangsung, sirene peringatan udara meraung-raung di hampir seluruh wilayah Israel tengah, termasuk di Yerusalem dan beberapa permukiman di Tepi Barat.
Ledakan keras juga dilaporkan terdengar di Tel Aviv sesaat setelah peringatan terbaru dikeluarkan.
Serangan ini terjadi sekitar 14 jam setelah pengumuman militer Israel sebelumnya mengenai kedatangan rudal dari Iran.
Selain serangan dari Iran, wilayah Israel tengah juga dilaporkan sempat diserang roket dari Lebanon semalam, di mana Hizbullah mengklaim telah menargetkan sejumlah situs militer.
Pihak media Israel menyebutkan sedikitnya enam roket dari arah Lebanon berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara. []










