KETIKKABAR.com – Televisi pemerintah Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, secara resmi mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah wafat setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.
Konfirmasi tersebut mengakhiri spekulasi yang sempat beredar setelah Presiden AS Donald Trump dan pihak militer Israel mengklaim telah berhasil menargetkan kediaman Khamenei.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan hari libur nasional tujuh hari ke depan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Bendera di seluruh gedung pemerintahan di Teheran dikibarkan setengah tiang.
Sejumlah lembaga negara, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyampaikan belasungkawa. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah, IRGC menyebut wafatnya Khamenei sebagai kehilangan besar bagi dunia Islam dan kedaulatan Iran.
Tak lama setelah konfirmasi kematian tersebut, IRGC mengumumkan peluncuran operasi militer ofensif terbesar dalam sejarah negara itu sebagai bentuk balas dendam. Operasi itu dilaporkan menargetkan wilayah pendudukan serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
“Darah Pemimpin Tertinggi tidak akan tumpah sia-sia. Musuh-musuh kita akan membayar harga yang sangat mahal atas kejahatan ini,” tegas pernyataan IRGC.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran menyatakan terus memantau situasi. KBRI melaporkan hingga saat ini warga negara Indonesia di Iran dalam kondisi aman.
Meski demikian, KBRI mengimbau seluruh WNI tetap waspada, menghindari lokasi strategis militer, serta mematuhi arahan otoritas setempat mengingat situasi keamanan yang dinilai sangat dinamis. []










