KETIKKABAR.com – Media Inggris, Declassified UK, merilis dokumen terbaru pada 11 Februari 2026 yang mengungkap adanya prajurit militer Israel (IDF) berkewarganegaraan ganda Indonesia.
Dokumen tersebut diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi yang diajukan pengacara Elad Man dari LSM Hatzlacha kepada IDF.
Dalam data itu tercatat jumlah personel berkewarganegaraan ganda dan multinasional per Maret 2025. Indonesia masuk dalam daftar, ditulis dalam aksara Ibrani sebagai “אִינדוֹנֵזִיָה”. Namun, tidak dijelaskan identitas maupun lokasi penugasan prajurit tersebut.
Hingga kini, Mabes TNI dan Kementerian Luar Negeri belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan tersebut.
Sebelumnya, saat konflik Iran-Israel pecah pada Juni 2025, Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut terdapat 192 WNI berada di Israel, dengan 167 orang di kawasan Tel Aviv dan Yerusalem. Sebagian memilih tetap tinggal, sementara empat orang dievakuasi melalui Yordania.
“Kita harus berhati-hati, karena ini menyangkut keselamatan warga kita di sana,” kata Menlu saat itu.
Investigasi Declassified UK juga menyebut puluhan ribu warga negara asing dan pemegang kewarganegaraan ganda bergabung dengan IDF selama operasi militer di Gaza.
Data mencatat 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional terdaftar di IDF per Maret 2025.
Kontingen terbesar berasal dari Amerika Serikat, dengan 12.135 warga ganda AS-Israel dan 1.207 warga multinasional AS, total 13.342 personel. Disusul Prancis (6.127 ganda, 337 multinasional), Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), Rumania (1.675), dan Polandia (1.668).
Daftar itu juga mencakup Kanada, sejumlah negara Amerika Latin, serta warga negara Arab seperti Yaman, Tunisia, Lebanon, Suriah, dan Aljazair.
Dokumen tersebut juga menunjukkan 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing tambahan, serta 162 tentara memiliki tiga atau lebih kewarganegaraan asing.
Dari Inggris tercatat 2.069 personel, terdiri atas 1.686 warga negara ganda Inggris-Israel dan 383 warga Inggris-Israel dengan tambahan kewarganegaraan lain.
Mereka menjadi bagian dari kelompok warga asing yang bertugas di IDF selama operasi militer di Gaza.
Temuan ini kembali menyoroti keterlibatan warga asing dalam operasi militer Israel serta memunculkan pertanyaan terkait pengawasan kewarganegaraan dan perlindungan WNI di luar negeri. []
Trump Dukung Serangan Israel ke Rudal Iran Jika Negosiasi Gagal










