KETIKKABAR.com – Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, secara resmi meluncurkan Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee di Pantai Keramat sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan.
Peresmian ini menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam melindungi penyu sisik, satwa laut langka yang habitatnya kini semakin terbatas di wilayah tertentu.
Sebagai simbol dimulainya upaya perlindungan tersebut, dilakukan pelepasan 82 ekor tukik bersama unsur Forkopimda serta para siswa sekolah dasar untuk menanamkan kepedulian sejak dini.
Pemerintah Kota Sabang berencana memperkuat perlindungan habitat ini melalui regulasi khusus dalam bentuk Peraturan Wali Kota serta penguatan aturan adat atau qanun.
Selain dukungan aturan, anggaran gampong juga akan dialokasikan guna menunjang fasilitas konservasi seperti pembangunan tempat penangkaran penyu di kawasan tersebut.
“Penyu sisik ini adalah hewan langka yang harus kita lestarikan. Oleh karena itu, harapan kita kepada warga Ie Meulee, masyarakat Sabang, dan terkhusus kepada kelompok-kelompok yang selama ini sudah berupaya melestarikan penyu sisik, agar terus menjaga ekosistemnya,” ujar Zulkifli pada Jumat (23/1/2026).
Pelepasan tukik perdana di Sabang ini merupakan hasil penyelamatan telur penyu yang direlokasi oleh Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) guna menghindari gangguan predator maupun aktivitas manusia.
Secara ilmiah, penyu yang dilepaskan tersebut diprediksi akan kembali ke Pantai Keramat setelah puluhan tahun untuk bertelur kembali sesuai insting alaminya.
“Penyu yang kita lepas hari ini, sekitar 25 tahun ke depan akan kembali lagi ke sini. Itu sudah menjadi insting alami penyu. Prosesnya panjang, sehingga ekosistemnya benar-benar harus kita jaga,” jelas Pendamping KOMPAK Ie Meulee, Marzuki. []
Isak Tangis di Pemakaman Lula Lahfah, Sang Ayah Menyesal Tak Tahu Kondisi Kesehatan Putrinya











