Internasional

Jenderal IRGC Mohsen Rezaee Ancam Donald Trump: Kami Akan Potong Tangan dan Jarimu!

KETIKKABAR.com – Jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaee, melayangkan ancaman brutal kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait potensi serangan militer terhadap Iran.

Teheran memperingatkan bahwa setiap tindakan militer Washington akan memicu pembalasan mematikan terhadap seluruh pangkalan dan pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Ancaman keras ini muncul setelah adanya laporan pergerakan kapal induk AS yang mulai diposisikan ulang menuju perairan Timur Tengah untuk menghadapi eskalasi konflik.

Menanggapi gertakan Trump, Rezaee dengan tegas menyatakan kesiapan militer Iran untuk melakukan konfrontasi fisik secara langsung.

“Trump mengatakan tangannya sudah berada di pelatuk. Kami akan memotong tangan dan jarinya,” tegas Rezaee sebagaimana dikutip dari Iran International, Sabtu (17/1/2026).

BACA JUGA:
Polisi Selamatkan Bocah 2 Tahun yang Ditelantarkan Ayah di Hutan

Ia juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan lagi membuka pintu negosiasi jika AS tetap nekat melakukan agresi militer.

Rezaee menambahkan bahwa keamanan pangkalan militer AS di seluruh kawasan kini berada dalam pertaruhan besar jika eskalasi terus berlanjut.

“Jika kami bergerak maju, tidak akan ada lagi pembicaraan gencatan senjata. Mundurlah sekarang, jika tidak, tak satu pun pangkalan kalian di kawasan ini yang akan aman,” tambahnya.

Di sisi lain, sumber militer melalui Fox News mengonfirmasi bahwa aset udara, darat, dan laut AS memang sedang bergerak untuk menyediakan opsi serangan bagi Trump.

Pengerahan armada tempur ini dilakukan di tengah situasi internal Iran yang sedang bergejolak akibat gelombang demonstrasi nasional yang telah memasuki hari ke-19.

Hingga saat ini, ribuan aktivis dilaporkan telah ditangkap oleh otoritas keamanan Iran dalam upaya meredam kerusuhan di dalam negeri.

BACA JUGA:
Iran Gempur Kapal Militer AS di Selat Hormuz, Balas Pelanggaran Gencatan Senjata

Sementara itu, sosok Mohsen Rezaee sendiri tetap menjadi figur kunci yang masuk dalam daftar sanksi AS karena perannya dalam aktivitas destabilisasi di kawasan tersebut. []

Vladimir Putin Telepon Netanyahu dan Pezeshkian, Tawarkan Rusia Jadi Mediator Konflik Iran-Israel

TERKAIT LAINNYA