Internasional

Donald Trump Umumkan Fase Kedua Perdamaian Gaza: Bentuk Pemerintahan Teknokratis Transisi

KETIKKABAR.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan dimulainya fase kedua rencana perdamaian Gaza meskipun gencatan senjata total antara Israel dan Hamas belum sepenuhnya terpenuhi.

Langkah ambisius ini mencakup pembentukan pemerintahan teknokratis transisi serta dimulainya proses pelucutan senjata dan rekonstruksi besar-besaran di wilayah tersebut.

Utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, menyebut badan teknokratis ini akan dipimpin oleh Ali Shaath dan beranggotakan 15 orang profesional.

Nantinya, pemerintahan transisi ini akan diawasi oleh badan internasional bernama Dewan Perdamaian yang diwakili oleh mantan utusan PBB, Nickolay Mladenov.

Pemerintah AS berharap pembentukan badan ini dapat menjadi kekuatan baru di luar faksi-faksi yang bertikai untuk memulihkan Gaza.

BACA JUGA:
Negosiasi Terakhir Sebelum Perang! Pakistan Paksa AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

“Tujuannya adalah menciptakan alternatif selain Hamas yang menginginkan perdamaian, dan mencari cara untuk memberdayakan mereka,” ujar seorang pejabat AS kepada wartawan.

Ali Shaath mengungkapkan fokus utamanya saat ini adalah penyediaan bantuan darurat dan hunian bagi warga yang masih tinggal di tenda.

Ia bahkan mengusulkan pemanfaatan puing bangunan untuk memperluas daratan Gaza melalui pembuatan pulau-pulau baru di laut.

“Jika saya membawa buldoser dan mendorong puing-puing itu ke laut untuk membuat pulau-pulau baru (daratan baru), saya bisa memenangkan lahan baru untuk Gaza sekaligus membersihkan puing-puing. Ini tidak akan memakan waktu lebih dari tiga tahun,” kata Shaath.

Otoritas Palestina di Tepi Barat menyambut baik inisiatif ini guna menyatukan sistem hukum dan pemerintahan antara Gaza dan Tepi Barat.

Di saat yang sama, para pemimpin Hamas dilaporkan tengah berada di Kairo untuk merundingkan detail fase kedua ini bersama para mediator.

BACA JUGA:
Trump Ancam Beri 'Masalah Besar' Jika China Nekat Pasok Senjata ke Iran

Namun, hambatan besar masih membayangi terkait isu demiliterisasi dan pelucutan senjata yang ditolak tegas oleh pihak Hamas.

Israel juga tetap skeptis terhadap niat damai tersebut, sementara mekanisme pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional hingga kini masih belum menemui titik terang. []

Sebut Pansel JPT Loloskan Eks Tersangka, Pengamat Desak Gubernur Aceh Batalkan Hasil Seleksi

TERKAIT LAINNYA