Nasional

TNI AL Kerahkan 6 KRI dan 4 Helikopter untuk Bantu Korban Bencana di Sumbar–Sumut

KETIKKABAR.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat merespons bencana banjir, longsor, dan angin kencang yang melanda Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Dalam operasi kemanusiaan berskala besar ini, TNI AL mengerahkan 6 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan 4 helikopter untuk mempercepat evakuasi serta distribusi bantuan.

Salah satu unsur utama adalah KRI Soeharso-990, kapal bantu rumah sakit yang dilengkapi fasilitas medis lengkap untuk menangani korban luka dan kebutuhan gawat darurat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan pengerahan alutsista ini menjadi bagian dari upaya cepat untuk membuka akses wilayah terdampak, mengevakuasi warga, hingga menyalurkan logistik di tengah kondisi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:
16 Orang Diciduk Sekaligus! Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

”Dalam operasi kemanusiaan ini, TNI AL mengerahkan berbagai unsur laut dan udara serta tenaga kesehatan, meliputi Kapal Bantu Rumah Sakit KRI Soeharso-990, KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, serta evakuasi korban,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).

Selain dua kapal utama tersebut, TNI AL juga mengerahkan KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Celukan Bawang-532, serta KRI Brawijaya-320.

Kapal-kapal ini membawa tenda lapangan, perahu karet, peralatan kesehatan, serta bahan kontak yang dibutuhkan untuk penanganan darurat.

Dari udara, empat helikopter dari Puspenerbal diterbangkan untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan penyisiran wilayah terisolasi.

Prajurit Kopaska turut dikerahkan membantu evakuasi dan pembersihan area terdampak, sementara Batalyon Kesehatan Marinir siap membuka pos kesehatan lapangan dan memberikan layanan medis kepada korban luka.

BACA JUGA:
Selat Hormuz Dibuka, Dua Kapal Tanker Pertamina Siap Lanjutkan Pelayaran

Di tingkat kewilayahan, jajaran Kodaeral I Belawan dan Kodaeral II Padang telah lebih dulu turun ke lapangan untuk melaksanakan evakuasi dan perbantuan di titik–titik bencana.

“Langkah ini untuk meringankan masyarakat terdampak bencana dan membantu percepatan pemulihan wilayah,” kata Tunggul.

Dengan pengerahan besar-besaran unsur laut, udara, dan medis, TNI AL memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat penanganan darurat di Sumbar dan Sumut yang kini menghadapi salah satu bencana terburuk dalam beberapa tahun terakhir.[]

DiTengah Bencana, Wali Kota Hilang Kontak Tanpa Kabar

TERKAIT LAINNYA