Internasional

Partai Demokrat Guncang Washington, Bocorkan Email Trump dan Jeffrey Epstein

KETIKKABAR.comPartai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat merilis sejumlah email yang diduga mengungkap hubungan Presiden AS Donald Trump dengan mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang meninggal bunuh diri di penjara pada 2019.

Dokumen itu diungkap pada Rabu, 12 November 2025, bertepatan dengan pelantikan anggota DPR baru Demokrat, Adelita Grijalva, yang kini memberikan partai tersebut mayoritas untuk memaksa pemungutan suara terkait pembukaan seluruh arsip tidak rahasia kasus Epstein.

“Sudah waktunya bagi Kongres untuk memulihkan perannya sebagai penyeimbang terhadap pemerintahan ini,” ujar Grijalva dikutip dari Asia One, Kamis (13/11/2025).

Salah satu email yang dirilis berasal dari Epstein kepada penulis Michael Wolff pada 2019, di mana Epstein menulis bahwa Trump ‘tahu tentang gadis-gadis itu’, meski makna sebenarnya masih belum jelas.

BACA JUGA:  Tudingan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Disebut Kampanye Hitam, Pemerintah RI Lakukan Verifikasi

Email lain bertanggal 2011 kepada Ghislaine Maxwell menyebut Trump sebagai “anjing yang belum menggonggong”, dan mengeklaim bahwa Trump pernah “menghabiskan berjam-jam di rumahku” bersama salah satu korban.

Dokumen tambahan yang dibagikan oleh anggota Partai Republik bahkan mencantumkan klaim Epstein tentang “memberikan pacar berusia 20 tahun kepada Donald pada 1993”, serta foto yang menunjukkan “Donald dan gadis-gadis dalam bikini di dapurku.”

Menanggapi rilis dokumen tersebut, Donald Trump membantah keras dan menuduh Partai Demokrat mencoba mengalihkan perhatian publik dari isu politik lainnya.

“Mereka mengungkit lagi skandal Jeffrey Epstein karena ingin mengalihkan perhatian dari seberapa buruk kinerja mereka dalam penutupan pemerintah,” ujar Trump.

Sementara Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa email-email itu tidak membuktikan apa pun, sambil menuduh Demokrat menyensor nama-nama korban dalam dokumen yang dirilis.

BACA JUGA:  Momen Seskab Teddy Mainkan Pulpen Saat Pertemuan Prabowo–Putin di Rusia Tuai Sorotan Publik

“Tidak ada bukti Presiden Trump melakukan kesalahan apa pun,” tegas Leavitt.

Kasus Epstein kembali menjadi ujian politik bagi Trump menjelang pemilu, dengan survei Reuters/Ipsos pada Oktober menunjukkan hanya 40 persen pendukung Partai Republik yang puas terhadap cara Trump menangani isu tersebut.

Laporan media juga menyebut bahwa Trump dan pejabat Gedung Putih telah mendekati sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik, termasuk Lauren Boebert dan Nancy Mace, agar menarik dukungan mereka dari petisi pengungkapan dokumen Epstein.

Namun, Mace yang dikenal sebagai penyintas pelecehan seksual, menolak menarik dukungannya.

“Karena kisah pribadinya, dia tidak akan mundur dari petisi ini,” kata juru bicara Mace.[]

Raja Judi Online She Zhijiang Dipulangkan ke China, Akhiri Pelarian Panjang dari Thailand

TERKAIT LAINNYA