KETIKKABAR.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Riau, Abdul Wahid, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin, 3 November 2025.
Penangkapan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena posisinya sebagai salah satu kader dekat Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
“Benar. Salah satunya (yang ditangkap) Gubernur Riau Abdul Wahid,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Senin malam, 3 November 2025.
Abdul Wahid merupakan satu dari 10 penyelenggara negara yang diamankan dalam OTT tersebut. Hingga kini, KPK belum memberikan keterangan detail mengenai kasus yang menjeratnya.
Harta Kekayaan Rp4,8 Miliar
Penelusuran dari laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK menunjukkan, Abdul Wahid terakhir melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2024 untuk periode tahun 2023, saat ia masih menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024.
Dalam laporan tersebut, total kekayaan Abdul Wahid tercatat Rp4.806.046.622 atau sekitar Rp4,8 miliar.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp4,905 miliar, tersebar di Pekanbaru, Indragiri Hilir, Kampar, hingga Jakarta Selatan.
Selain itu, Abdul Wahid juga memiliki dua mobil senilai total Rp780 juta, yakni Toyota Fortuner 2016 (Rp400 juta) dan Mitsubishi Pajero 2017 (Rp380 juta). Ia juga melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp621 juta serta utang Rp1,5 miliar.
Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersih Abdul Wahid menjadi Rp4,8 miliar.
Karier Politik
Sebelum menjadi Gubernur Riau, Abdul Wahid dikenal sebagai politisi PKB yang cukup berpengaruh di daerah.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Riau pada periode 2009–2019, kemudian naik ke tingkat nasional sebagai anggota DPR RI. Ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Riau.
Kasus yang menjerat Abdul Wahid menambah panjang daftar kepala daerah yang terjaring OTT oleh KPK sepanjang 2025.
Hingga berita ini diturunkan, lembaga antirasuah itu masih memeriksa Abdul Wahid bersama sembilan orang lainnya untuk menentukan status hukum mereka. []
Tiongkok Pamer J-36, Jet Tempur Generasi Keenam Tanpa Ekor yang Futuristik


















